PERLENGKAPAN KEGIATAN MENDAKI GUNUNG

Selasa, 22 Januari 2013 1 komentar

DAFTAR CHECKLIST PERLENGKAPAN KEGIATAN MENDAKI GUNUNG

A. Perlengkapan Utama

1. Sepatu dan kaus kaki.
2. Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 – 60 liter).
3. One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
4. Senter dan batere dan bolam ekstra.
5. Ponco atau raincoat.
6. Matras.
7. Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).
8. Topi rimba.
9. Tempat minum atau veples.
10. Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
11. Obat-obatan pribadi (P3K set).
12. Pisau saku.
13. Kompor untuk masak (kompor parafin dan parafin atau kompor tahu dan minyak tanah atau kompor gas dan tabung elpiji).
14. Nesting dan sendok dan cangkir.
15. Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).
16. Survival Kit).
17. Peta dan kompas.
18. Altimeter (kalau punya).
19. Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).
20. Parang tebas dan batu asah.
21. Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
22. Sandal jepit.
23. Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).
24. Kaus tangan.
25. Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).
26. Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.

B. Pakaian

1. Pakaian dalam.
2. Celana pendek.
3. Celana panjang.
4. Kaos/t-shirt.
5. Sweater atau parka.
6. Jaket (tahan air).
7. Sarung.
8. Kerpus atau balaclava.
9. Scarf atau slayer.
10. Hem lengan panjang.
11. Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.
12. Kaus tangan.
13. Jas hujan (raincoat atau ponco).

C. First Aid Kit

1. Betadine.
2. Kapas.
3. Kain kassa.
4. Perban.
5. Rivanol.
6. Alkohol 70%.
7. Obat alergi: CTM.
8. Obat maag.
9. Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan sebelum perjalanan dilakukan).
10. Parasetamol.
11. Antalgin.
12. Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab
13. Obat keracunan: Norit.
14. Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock
15. Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).*fhi

D. Survival Kit

1. Kaca cermin.
2. Peniti.
3. Jarum jahit.
4. Benang nilon.
5. Mata pancing dan senar pancing.
6. Silet atau cutter.
7. Korek api dalam wadah water proof dan lilin.

E. Lain-Lain

1. KTP atau Kartu Pelajar
2. Uang
3. Buku catatan perjalanan (jurnal, diary) dan bolpen.*fhi
4. Kamera dan film (sekarang: kamera digital dan batere cadangan).
5. Radio kecil dan batere cadangan.
6. Alat komunikasi (HT, sekarang: HP).



@FHI

Sstt! 7 Trik Menghindari Bayar Bagasi Mahal

Sabtu, 12 Januari 2013 0 komentar



Salah satu masalah yang kerap dialami penumpang pesawat adalah membayar biaya bagasi yang terlampau mahal. Anda pun perlu trik untuk menyiasatinya.

Memilih maskapai, dan membaca peraturan bagasi maskapai menjadi trik yang bisa Anda ikuti. Namun tidak hanya itu, masih ada 5 trik lain yang tak kalah penting.

Inilah 7 cara menghindari membayar mahal bagasi, seperti yang ditulis Smarter Traveler, Jumat (7/12/2012):

1. Pilih maskapai dengan bijak

Tidak semua maskapai domestik membebaskan biaya bagasi kepada penumpangnya. Untuk beberapa maskapai internasional, seperti Delta dan American Airlines, membebankan biaya bagasi untuk penumpangnya. Biasanya, biaya ini tergantung dari berat tas yang dibawa.

Untuk mengakalinya, Anda bisa memilih jenis maskapai yang akan ditumpangi. Pilihlah maskapai yang memberikan harga bagasi lebih murah. Jangan lupa juga untuk menghitung beban tas yang Anda bawa untuk mengira-ngira berapa biaya yang akan dikeluarkan.

2. Baca peraturan bagasi maskapai dengan teliti

Setelah memilih maskapai yang akan dinaiki, penting untuk Anda membaca dengan jelas peraturan tentang bagasi. Perhatikan berapa berat maksimal untuk seorang penumpang membawa bagasi. Jika berlebih, cari tahu berapa biaya yang dibebankan. Ini penting untuk Anda bisa mengira-ngira berapa biaya yang akan dikeluarkan.

3. Jadi penumpang khusus

Beberapa maskapai internasional memberikan peluang bagi turis untuk bisa jadi penumpang elit alias kelas atas. Dengan mendaftar jadi anggotanya, Anda akan mendapatkan keuntungan berupa keringanan biaya bagasi. Tidak hanya itu, penumpang juga mendapatkan prioritas untuk memilih tempat duduk. Asyik kan?

4. Simpan barang dalam tas jinjing

Cara ketiga untuk mengakali membayar biaya bagasi mahal adalah dengan mengepak beberapa barang dalam tas jinjing. Ya, tas jinjing adalah solusi paling tepat untuk mengakali bayar bagasi berlebih. Simpanlah beberapa barang ringan yang mungkin di dalamnya.

Selain itu, jika mengenakan rompi, Anda juga bisa menyimpan beberapa barang di saku rompi. Simpanlah kacamata, kamera, paspor, ponsel, atau music player di sana.

5. Cari tahu berapa berat maksimal tas

Selain dari barang yang dibawa, berat tas juga berperan dalam penentuan besar biaya bagasi. Untuk itu, ada baiknya Anda memilih memilih koper atau tas yang berbahan ringan. Dengan demikian, Anda bisa mengurangi sedikit berat bagasi, yang berujung pada biaya.

6. Dapatkan kartu kredit maskapai

Beberapa maskapai bekerja sama dengan sejumlah bank dalam pembayaran. Ini bisa Anda manfaatkan karena biasanya maskapai akan memberikan bebas biaya bagasi untuk penumpang yang menggunakan kartu kredit. Beberapa di antara kartu kredit itu adalah Gold Delta Skymiles, Citi Platinum Select/AAdvantage Visa Signature, and United Mileageplus Explorer Card.

7. Kirim barang bawaan Anda

Mengirim barang tentu sangat membantu Anda dalam menghemat biaya bagasi. Anda pun tidak perlu repot-repot takut akan kehilangan bagasi. Salah satu cara murah mengirim bagasi adalah dengan kapal laut. Memang jangka waktu pengiriman cukup lama, namun setidaknya bisa menekan biaya bagasi Anda.


sumber : detik.com

Ini Dia 5 Tips Hemat Biaya Penginapan

1 komentar



Selain biaya makan dan transportasi, pengeluaran paling banyak saat traveling adalah akomodasi alias penginapan. Padahal, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menghemat biaya menginap.

Dikumpulkan detikTravel, Senin (12/11/2012) inilah 5 tips untuk menghemat pengeluaran biaya menginap:

1. Tidur di rumah kerabat

Cara pertama yang paling mudah dilakukan untuk menghemat biaya akomodasi adalah tidur di rumah kerabat. Ini bisa dilakukan kalau ada saudara atau teman yang kebetulan tinggal di daerah yang dikunjungi.

Dengan menginap, tentu Anda menghemat biaya tidur di hotel yang bisa mencapai ratusan ribu. Tapi ingat ya, jaga sikap selama menginap untuk menghormati sang pemilik rumah.

2. Bermalam di bandara

Selain menumpang di rumah kerabat, cara lain yang umum dilakukan wisatawan untuk menghemat biaya akomodasi adalah bermalam di bandara. Biasanya hal ini dilakukan oleh turis mancanegara, yang pesawatnya mendarat tengah malam dan belum memiliki tempat menginap.

Jika ingin mencoba cara ini, traveler bisa tidur di bangku-bangku yang ada di bandara. Jangan lupa kenakan pakaian hangat agar tidak masuk angin. Yang paling penting, letakkan seluruh barang dekat dengan Anda.

3. Menginap di stasiun kereta api

Selain bandara, masih ada tempat lain yang bisa Anda jadikan tempat bermalam, yaitu stasiun kereta api. Sama seperti bandara, turis yang tidur di stasiun biasanya karena kereta yang ditumpangi tiba dini hari. Mereka bisa lesehan di lantai stasiun atau pun merebahkan tubuh di bangku stasiun.

Hanya saja, jika ingin menginap di stasiun, para traveler harus lebih waspada dengan kondisi sekitar. Orang yang ingin berbuat jahat bisa jadi lebih banyak dibanding yang ada di bandara. Dekatkan barang bawaan dengan tubuh Anda, jika memiliki tas jinjing, manfaatkan sebagai bantal.

4. Pilih bus malam

Cara keempat yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya tidur adalah menginap di bus atau kereta malam. Ketika memiliki destinasi wisata yang jauh dan bisa menghabiskan waktu panjang, Anda bisa memilih transportasi malam, berupa bus atau kereta malam. Dengan memilih bus atau kereta malam, turis bisa menghemat biaya menginap karena akan menghabiskan malam di dalam kendaraan.

5. Masjid atau rumah ibadah

Ini dia tempat menginap lain yang biasa dipilih traveler ketika dalam perjalanan. Masjid atau rumah ibadah lain bisa disinggahi 24 jam, hal inilah yang dimanfaatkan banyak traveler ketika masih dalam perjalanan, atau enggan memesan kamar hotel karena alasan hemat. Tapi ingat, jaga terus kebersihan dan kesucian rumah ibadah selama Anda menumpang tidur.


sumber : detik.com

4 Cara Ampuh Untuk Mencegah Jet Lag

1 komentar



Jet lag sering dialami turis ketika traveling. Perbedaan waktu yang cukup jauh menjadi penyebab utamanya. Tapi tidak perlu kuatir karena jet lag bisa dicegah dengan 4 cara ini.

Jet lag adalah kondisi fisiologis tubuh yang belum siap dengan perubahan waktu yang terlalu jauh dari daerah asal. Biasanya kondisi ini dialami traveler yang melakukan perjalanan jauh, hingga berjam-jam dari waktu di kota asal.

Kondisi seperti ini tentu sangat tidak enak. Untuk itu, cegah jet lag dengan 4 cara ini yang dikutip dari Smarter Travel, Selasa (18/12/2012):

1. Sesuaikan jam pribadi

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mencegah jet lag sebelum bepergian adalah penyesuaian jam. Beberapa hari sebelum pergi, mulailah menyesuaikan waktu dengan destinasi tujuan, seperti waktu tidur atau bangun tidur yang dipercepat.

Jika tiba di destinasi tujuan pagi hari, cobalah untuk tidur di pesawat. Jadi, begitu sampai Anda sudah tidak mengantuk dan bisa beradaptasi perlahan-lahan dengan kondisi di sana.

2. Konsumsi suplemen tubuh

Mengonsumsi suplemen yang kaya melatonin terbukti bisa mengurangi jet lag. Ini bisa membuat beberapa orang merasa mengantuk. Jadi, Anda bisa mencobanya sebagai alat bantu untuk menyesuaikan waktu tidur.

Tapi berhati-hatilah sebelum mencoba. Ada beberapa orang yang alergi dengan suplemen tubuh. Jadi, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum mengonsumsinya.

3. Tambah cairan

Ketika traveling dengan pesawat, khususnya penerbangan panjang, setiap orang bisa mengalami dehidrasi. Sedangkan dehidrasi bisa membuat seseorang mengalami jet lag lebih besar, atau bahkan lebih buruk. Oleh karena itu, cegah dehidrasi dengan meminum banyak air putih, dan hindari kopi atau alkohol.

4. Sediakan pil tidur

Bagi sebagian orang, tidak tidur sebelum traveling sangat menyenangkan karena Anda jadi bisa terlelap dengan nyenyak di atas pesawat. Meski begitu, hal ini justru harus dihindari. Jet lag sangat mudah menyerang orang yang kelewat lelah atau sakit. Jadi, pastikan Anda telah tidur yang cukup sebelum penerbangan.


sumber : detik.com

Jangan Pakai 6 Benda Ini Saat Pemeriksaan di Bandara

0 komentar

Langkah seorang turis kadang terhenti ketika melalui metal detector di keamanan bendara. Beberapa benda yang dikenakan ternyata jadi sumber penyebab, seperti 6 benda ini.

Bandara adalah satu gerbang pariwisata yang sangat sibuk. Hampir 24 jam tempat ini dipadati turis yang baru datang atau akan berangkat liburan. Ada yang datang dengan santai karena waktu terbang masih jauh, ada pula yang tergesa-gesa karena sudah dekat waktu terbang.

Khusus penumpang yang terburu-buru, pemeriksaan keamanan bandara, seperti metal atau sinar X kadang jadi penghalang. Meski tidak membawa barang berbahaya, langkah Anda akan terhenti beberapa menit untuk pemeriksaan lebih detil.



Jika hal ini tidak ingin menimpa Anda, sebaiknya hindari mengenakan beberapa benda tertentu. Dilongok dari Smarter Travel, Rabu (19/12/2012) inilah 6 benda yang sebaiknya tidak Anda kenakan ketika akan melalui pemeriksaan bandara:

1. Sepatu yang sulit dilepas

Beberapa bandara taraf internasional akan melakukan pemeriksaan sedetil mungkin untuk mengecilkan kemungkinan ada barang selundupan. Bahkan, tak jarang ada pihak keamanan bandara yang meminta turis asing untuk melepas pakaian juga sepatu yang dikenakan.

Jika sedang terburu-buru, sebaiknya hindari mengenakan sepatu yang sulit dilepas. Ini jelas akan membuat pergerakan Anda terhambat. Waktu Anda pun banyak terbuang di sini.

2. Perhiasan berbahan dasar logam

Ini dia benda yang paling membuat langkah Anda terhenti di pemeriksaan bandara, perhiasan atau aksesori dari logam. Salah satu perangkat keamanan yang digunakan keamanan bandara adalah metal detector. Alat ini dibuat untuk mendeteksi apakah ada barang berbahaya yang kebanyakan terbuat dari logam.

Tapi sayangnya tak hanya barang berbahaya yang kena deteksi metal ini, tapi juga perhiasan atau aksesori yang biasa Anda kenakan. Sinyal tanda ditemukan barang metal pun berbunyi. Kemudian petugas bandara menghampiri, dan mulai memeriksa seluruh bagian tubuh Anda. Perjalanan Anda pun terhambat.

3. Ikat pinggang

Meski celana panjang Anda terasa longgar, hindari menggunakan ikat pinggang ketika akan melalui metal detector. Sama seperti perhiasan, alat pendeteksi ini juga mengenali ikat pinggang sebagai bendar berbahan metal yang mungkin berbahaya. Otomatis, langkah Anda akan terhenti beberapa menit.

4. Jaket

Sebelum mempersilakan penumpang bandara melalui metal detector, petugas keamanan akan terlebih dahulu menghampiri penumpang yang mengenakan jaket. Ya, turis harus melepas jaket sebelum melalui alat pemeriksa metal dan meletakkannya di alat pemindai sinar X.

5. Pakaian apapun yang dianggap berbahaya

Pemilihan baju saat naik pesawat ternyata tak kalah penting. Salah-salah baju Anda bisa diusir dari pesawat. Kejadian ini pernah dialami seorang penumpang pesawat American Airlines. Pilot maskapai itu menegur seorang wanita yang menggunakan kaus bertuliskan kata makian. Ia diperbolehkan naik pesawat setelah menutupi kata tersebut dengan syal.

Lebih parah lagi, seorang pria ditolak naik pesawat Qantas di Bandara Melbourne yang akan terbang ke London. Staf bandara menolak Jasson karena ia memakai baju bergambar mantan Presiden AS, George Bush dan bertuliskan World's #1 Terrorist (teroris nomor satu di dunia).

6. Pakaian kelewat longgar

Mengenakan pakaian yang longgar memang tidak dilarang. Tapi jika pakaian yang Anda pakai kelewat longgar, ini bisa memancing kecurigaan petugas keamanan. Mereka bisa saja berpikir Anda menyimpan barang-barang berbahaya di balik baju.


sumber : detik.com

Penting! 8 Cara Dasar Packing

0 komentar



Packing jadi salah satu hal esensial dalam liburan. Namun tidak semua traveler mengetahui bagaimana packing yang efektif. Berikut 8 cara dasar packing yang bisa melancarkan acara liburan Anda.

Siapa sangka daftar barang bawaan bisa membuat acara packing Anda lebih ringkas. Atau, menggulung pakaian bisa membantu meringankan bawaan Anda. Disusun dari Huffington Post, Jumat (28/12/2012) inilah cara packing praktis:

1. Buat daftar barang bawaan

Sebelum repot dengan beragam bawaan yang harus dimasukkan ke dalam tas, alangkah baiknya jika Anda membuat daftar barang bawaan. Sebelum membongkar lemari, ambillah kertas dan pulpen serta langsung tuliskan semua barang yang ingin Anda bawa.

Setelah lengkap, Anda pun bisa packing dengan lebih tertata. Jangan lupa untuk menceklis barang-barang yang sudah dimasukkan ke dalam tas atau koper.

2. Gulung pakaian

Bagi para traveler yang ingin liburan dalam jangka panjang, gulunglah pakaian. Jangan melipatnya seperti saat menaruh di lemari. Menggulung pakaian bisa membuat tas lebih ringan dan ruang dalam tas jadi lebih luas.

3. Ketahui peraturan bagasi di maskapai pilihan Anda

Saat liburan menggunakan pesawat, perhatikan baik-baik peraturan mengenai bagasi di maskapai yang Anda pilih. Jangan sampai Anda membawa barang terlalu banyak sehingga mau tak mau harus membayar ekstra bagasi. Jangan lupa, timbang dahulu barang bawaan Anda sebelum memasukkan ke dalam bagasi.

4. Hindari terlalu banyak tas

Membawa banyak tas kecil tentu akan sangat merepotkan. Daripada membawa banyak tas dan kemungkinan tertinggal lebih besar, bawalah tas besar yang mampu menampung barang-barang Anda. Tas dipisahkan berdasarkan tas pakaian dan tas barang berharga. Usahakan membawa satu tas yang cukup besar untuk memuat semua barang berharga Anda agar perjalanan jadi lebih praktis.

5. Cuci pakaian Anda

Daripada membawa banyak pakaian, lebih baik mencuci pakaian dan menggunakannya kembali. Anda bisa mencuci pakaian saat sedang mandi atau menaruh pakaian di laundry dekat penginapan. Di banyak destinasi liburan sudah tersedia laundry yang bisa mencuci pakaian Anda dalam waktu yang cukup singkat.

6. Pilih barang yang multifungsi

Membawa barang multifungsi jauh lebih ringkas dibanding membawa barang banyak yang memiliki kegunaan berbeda-beda. Seperti contoh, membawa jaket yang bisa jadi bantal lebih baik daripada membawa jaket dan bantal. Atau, Anda juga bisa membawa celana panjang yang bisa dibuka menjadi celana pendek. Ini akan meringankan bawaan Anda juga akan mengurangi biaya bagasi di pesawat.

7. Packing dengan beraturan

Isi tas yang rapi akan memudahkan semua orang. Tidak hanya Anda tapi juga petugas keamanan bandara.

Usahakan menaruh pakaian dalam satu layer, juga sendal dan sepatu dalam satu layer, elektronik dalam satu layer dan seterusnya. Ini akan memudahkan Anda saat ingin mencari barang di tas atau koper.

8. Jangan pernah taruh barang berharga dalam bagasi

Sekeren dan seterkenal apapun maskapai yang Anda gunakan, jangan pernah menaruh barang berharga di tas atau koper yang akan jadi bagasi. Anda tak tahu apa yang bisa terjadi.

Lagipula, jika hilang dan berjanji akan digantikan oleh pihak yang bertanggung jawab, belum tentu akan kembali dengan cepat. Dompet, ponsel, dokumen seperti paspor dan gadget harus ada di dalam tas yang selalu Anda bawa.


sumber : detik.com

Jangan Naik Pesawat Tanpa 4 Barang Ini

0 komentar



Dibanding naik bus, traveling dengan pesawat memang lebih cepat. Tapi, sebaiknya jangan naik pesawat tanpa membawa 4 barang ini.

Dilongok dari Smarter Travel, Kamis (27/12/2012) inilah 4 barang yang sebaiknya Anda bawa ketika naik pesawat:

1. Tas jinjing kecil

Ketika naik pesawat, selain membawa koper sebaiknya traveler juga membawa tas jinjing. Ini berguna untuk menyimpan berbagai yang mungkin Anda perlukan saat berada di dalam pesawat.

Selain itu, ada baiknya turis memilih tas jinjing berukuran kecil untuk dibawa. Ini untuk berguna bila tempat penyimpanan kabin sudah penuh dan tidak ada tempat lain untuk menyimpan tas. Traveler jadi tetap bisa menyimpannya di bawah jok kursi depan.

2. Penyumbat telinga (earplugs)

Salah satu masalah yang banyak dialami traveler saat naik pesawat adalah telinga terasa sakit karena perubahan tekanan udara. Bahayanya, hal ini tak hanya dialami orang dewasa tetapi juga anak-anak. Sambil menahan sakit, mereka akan memejamkan mata bahkan sampai menitikkan air mata.

Untuk mencegah itu semua, ada baiknya Anda membawa earplugs atau penyumbat telinga. Segera kenakan sebelum pesawat lepas landas, karena bisa membantuk telinga beradaptasi dengan perubahan tekanan udara. Saat ini, earplugs sudah banyak dimodifikasi menjadi earphone. Jadi, sambil mencegah sakit telinga, Anda bisa mendengarkan lagu kesayangan sepanjang perjalanan.

3. Buku bacaan

Untuk mencegah rasa suntuk selama penerbangan, traveler disarankan untuk membawa buku bacaan. Tidak hanya buku, jika memiliki tablet, iPad atau alat elektronik lain, sebaiknya simpan bahan bacaan berupa e-book di dalamnya. Jadi, Anda tidak perlu tumpukan buku yang bisa memberatkan, karena semua sudah ada dalam bentuk e-book.

4. Travel Scrabbel

Selain buku, hal lain yang bisa Anda bawa untuk menghilangkan rasa bosan di dalam pesawat adalah travel scrabble. Ini adalah permainan scrabble yang sengaja dibuat untuk dimainkan ketika traveling.

Sebenarnya ada banyak permainan yang bisa Anda pilih, tapi kenapa harus travel scarbbel? Ini karena scrabbel adalah permainan yang membutuhkan konsentrasi. Sehingga tidak menimbulkan kebisingan dari pemainnya yang mungkin mengganggu penumpang lain.


sumber : detik.com

8 Benda Yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Bagasi Pesawat

0 komentar



Dengan alasan tak mau repot, beberapa traveler lebih memilih menyimpan barang bawaan di dalam bagasi ketimbang kabin pesawat. Namun, jangan menyimpan 8 benda ini dalam bagasi, karena risiko hilang atau rusak.

Beberapa benda seperti perhiasan memang sebaiknya tidak disimpan di dalam bagasi. Ada banyak alasan untuk hal ini. Selain karena berisiko rusak ketika dimasukkan ke dalam pesawat, Anda juga tidak tahu bagaimana keamanan di sana. Salah-salah barang kesayangan malah bisa hilang.

Masih ada lagi benda lain yang sebaiknya tidak Anda simpan di dalam bagasi, ketika traveling dengan pesawat terbang. Diintip dari Smarter Traveler, Rabu (26/12/2012) inilah 8 benda yang sebaiknya dihindari untuk disimpan dalam bagasi:

1. Perhiasan dan barang berharga lainnya

Benda pertama yang sebaiknya tidak Anda simpan dalam bagasi adalah perhiasan. Tidak ada jaminan dari maskapai untuk traveler yang kehilangan barang berharga dalam koper yang diletakkan di bagasi.

Ya, menyimpan barang dalam bagasi bukan berarti barang Anda dalam tempat yang aman. Selalu ada peluang untuk orang berbuat jahat dan mengambil barang. Sampai saat ini, sudah banyak pengaduan dari penumpang yang kopernya dibobol dan barang berharga di dalamnya hilang. Anda tentu tak ingin seperti mereka, bukan?

2. Paspor dan dokumen lainnya

Benda lain yang sebaiknya tidak disimpan dalam bagasi pesawat adalah paspor, boarding pass dan dokumen penting lainnya. Paspor adalah identitas seseorang ketika traveling ke luar negeri. Jika hilang, Anda bisa dianggap imigran gelap oleh keamanan negara tujuan.

Sama seperti paspor, jika membawa dokumen penting lain, jangan letakkan di dalam bagasi. Simpan saja fotokopi dokumen di dalam koper yang akan disimpan dalam bagasi, dan bawa yang asli dalam tas atau ransel Anda.

3. Kartu kredit dan uang tunai

Ini dia benda penting yang tidak boleh disimpan di bagasi. Kartu kredit dan uang tunai penting untuk membayar segala keperluan selama perjalanan. Jika menyimpan di dalam bagasi, Anda tidak bisa menjaganya dengan langsung dan tidak tahu apakah uang Anda masih berada di tempat yang sama.

Jika ternyata koper tidak dibongkar dan seluruh uang masih berada di tempat yang sama, berarti Anda aman. Tapi bagaimana kalau ada orang jahil yang membobol koper dan mengambil seluruh kartu kredit juga uang Anda? Ingat, kejahatan bisa terjadi di mana saja, apalagi kalau ada peluang besar.

4. Laptop dan gadget lain

Traveler tidak pernah tahu bagaimana cara pertugas maskapai memasukkan koper atau benda lain ke dalam bagasi. Bisa diletakkan dengan pelan-pelan, bisa juga dilempar. Laptop dan peralatan elektronik lain umumnya sensitif dengan guncangan. Salah-salah cara meletakkan barang, keluar dari bagasi laptop Anda malah jadi rusak.

5. Seluruh pakaian

Selalu ada peluang kehilangan tas yang disimpan dalam bagasi bagi penumpang pesawat. Oleh karena itu, terlalu berisiko jika menyimpan seluruh pakaian di dalam bagasi. Bawalah beberapa potong pakaian di dalam tas atau ransel Anda. Jadi, kalau memang kejadian buruk seperti kehilangan koper terjadi, Anda masih memiliki pakaian untuk digunakan.

6. Obat-obatan

Turis tidak pernah tahu apa yang nanti terjadi di atas pesawat. Jika memiliki penyakit atau alergi tertentu, sebaiknya jangan menyimpan obat di dalam tas yang akan disimpan dalam bagasi. Ini karena Anda tidak akan bisa mengambilnya jika tiba-tiba memerlukan obat saat pesawat sedang terbang.

7. Barang pecah belah

Sama seperti laptop dan barang elektronik, terlalu berisiko menyimpan barang pecah belah di dalam bagasi. Meski telah diberi stiker 'Fragile', ini tidak menjamin barang Anda keluar bagasi dengan selamat. Jadi sebaiknya bawa saja dalam kotak khusus yang kecil untuk disimpan dalam kabin.

8. Negatif film

Untuk Anda yang punya hobi fotografi dan masih menggunakan negatif film, sebaiknya hindari menyimpan benda ini dalam bagasi. Negatif film bisa rusak bisa melewati sinar X. Oleh karena itu, simpan saja dalam tas Anda, dan keluarkan ketika akan melalui pemeriksaan sinar X.


sumber : detik.com

Penting! 7 Jurus P3K Dasar Saat Traveling

0 komentar



Kecelakaan kecil kadang terjadi saat perjalanan. Mimisan, kulit terkena panas, atau sekadar cegukan. Untuk mengobatinya, inilah Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dasar yang penting diketahui saat traveling.

Dari buku 'Lonely Planet's Book of Everything' yang dikutip News Australia, Jumat (21/12/2012), ada beberapa barang P3K yang penting dibawa saat traveling. Beberapa di antaranya adalah plester, krim atau kapas antiseptik, aspirin, lotion calamine, kapas steril, alkohol untuk luka luar, gunting, senter, dan penjepit.

Penting untuk mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan kalau Anda/teman seperjalanan mengalami kecelakaan ringan. Dari mimisan sampai serangan jantung, berikut hal-hal yang harus Anda lakukan:

1. Mimisan

Jika Anda atau partner traveling mimisan, cobalah duduk. Perlahan, dongakkan kepala ke atas dan biarkan mulut Anda terbuka. Menggunakan tangan, jepit bagian bawah lubang hidung dan tahan sekitar 15 menit. Bernafaslah lewat mulut.

Longgarkan jepitan perjalan. Jangan pegang area hidung selain bagian bawah, dan tetaplah bernafas lewat mulut. Kalau 20 menit kemudian mimisan belum juga berhenti, coba cari pertolongan medis.

2. Cegukan

Walaupun bukan penyakit yang fatal, cegukan kerap mengganggu para traveler. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat cegukan, cara dasar yang ampuh adalah menstimulasi diafragma sendiri.

Tarik nafas panjang dari hidung, tahan sekitar 5 detik, kemudian keluarkan perlahan dari mulut. Perbanyak minum air putih, namun jangan sekali tenggak. Minum sedikit demi sedikit dan telan pelan-pelan.

3. Luka bakar kecil

Lepaskan segala hal yang menempel dengan luka bakar. Kalau lukanya di tangan maka lepaskan jam tangan, gelang, atau cincin. Kalau berada di bagian yang tertutup baju, coba lepas atau sobek di bagian luka bakar.

Basuh atau diamkan luka bakar di air dingin yang mengalir, sungai yang jernih misalnya, selama beberapa menit. Ambil kain, celupkan ke air dingin lalu kompres sampai sakitnya berkurang. Setelah itu, baru bersihkan luka bakar kecil dengan kain bersih, atau steril jika memungkinkan.

4. Luka bakar besar

Kalau pakaian terkena api, siramlah dengan air. Selimuti dengan selimut, dan tempatkan di tanah. Jangan coba-coba melepas baju atau pakaiannya yang mungkin sudah menempel dengan luka bakar.

Tutupi luka bakar yang tidak terkena pakaian dengan kain bersih/ steril untuk menutupi infeksi. Penting bagi Anda untuk tidak mengoleskan minyak, mentega, atau margarin (beberapa orang awam biasa melakukan ini). Jangan pula mengaplikasikan lotion apa pun pada luka.

5. Mabuk perjalanan

Mabuk biasanya disebabkan oleh gerakan konstan yang menstimulasi telinga bagian dalam. Untuk mencegahnya, mampirlah ke apotek sebelum melakukan perjalanan dan belilah obat anti mabuk. Produk-produk yang mengandung Antihistamines bisa mengatasi mabuk perjalanan kalau diminum satu jam sebelum berangkat.

Agar tidak pusing selama perjalanan, fokuskan padangan lurus ke depan. Jangan lihat benda-benda yang letaknya dekat, atau objek yang terus bergerak.

6. Kulit terbakar dan melepuh

Kalau kulit terbakar sinar matahari, aplikasikan sunblock atau lotion calamine (seperti Caladine). Tutupi bagian yang terbakar dengan kain ringan seperti kaus atau pasmina.

Jika kulit mulai menggembung lalu melepuh, cara paling ampuh untuk menyembuhkannya adalah dengan membiarkannya saja. Jangan pegang apalagi memecahkan gelembung berisi air tersebut. Kalau pecah, kulit menjadi luka dan kemungkinan infeksi akan lebih parah.

7. Serangan jantung

Serangan jantung bisa disebabkan oleh kelelahan akibat panas, saat Anda atau teman terus-terusan berkeringat. Saat keringat itu berhenti sepenuhnya, tubuh akan menjadi kering dan sulit bernafas.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta bantuan medis. Cari tahu nomor telepon rumah sakit terdekat dan panggil ambulans.

Yang terkena serangan jantung harus ada di tempat yang teduh dan rindang. Posisikan dirinya dalam keadaan duduk, kepala sedikit didongakkan ke atas. Ambil majalah/ buku dan kipas-kipas sampai temperatur tubuhnya kembali normal.


sumber : detik.com

Pertama Kali Naik Pesawat, Baca Dulu 6 Hal Ini

0 komentar



Bagi beberapa orang, traveling dengan pesawat terbang adalah suatu hal yang baru. Jika Anda termasuk di dalamnya, ada baiknya membaca 6 hal penting berikut ini.

Naik pesawat, rasanya berbeda dengan naik kereta atau kapal laut. Prosedur dan aturan yang berbeda, membuat persiapan naik pesawat tidak sama dengan moda transportasi lainnya. Disusun detikTravel, Kamis (13/12/2012) inilah 6 hal yang harus diketahui saat pertama kali naik pesawat.

1. Datang 2 jam sebelum keberangkatan

Jangan coba-coba datang terlambat ke bandara. Anda pasti ditinggal pesawat. Biasakan untuk datang ke bandara 2 jam sebelum waktu keberangkatan yang tertera dalam tiket pesawat.

Sebabnya, banyak hal yang harus ditempuh mulai dari pemeriksaan keamanan, check in, sampai berjalan ke ruang boarding yang cukup makan waktu. Di Bandara Soekarno-Hatta dengan 3 terminal, mencari terminal keberangkatan sesuai nama maskapai pun makan waktu untuk yang baru pertama kali ke sana.

Banyak traveler yang datang mepet-mepet waktu keberangkatan. Namun akibatnya mereka jadi terburu-buru. Mereka yang ingin datang dengan aman, bahkan memilih datang ke bandara 3 jam sebelum jadwal keberangkatan.

2. Pemeriksaan keamanan

Hal paling penting di bandara adalah pemeriksaan keamanan yang biasanya berlangsung sampai 2 kali. Saat masuk ke dalam bandara untuk check in, Anda harus melalui metal detector dan koper Anda harus melalui mesin sinar X. Terkadang, Anda diminta melepas semua logam dari tubuh, mulai dari arloji, ponsel, sampai uang koin. Semua dimasukan ke nampan khusus.

Jangan nekat membawa senjata tajam atau bahan yang mudah terbakar. Mereka yang membawa barang terlarang seperti narkoba atau bom, dijamin langsung berurusan dengan pihak berwajib.

Pemeriksaan keamanan yang kedua adalah menjelang masuk ke ruang tunggu sebelum naik ke pesawat. Lagi-lagi ada metal detektor dan pemeriksaan barang bawaan. Biasanya pemeriksaan kedua fokus pada benda cair yang Anda bawa. Jangan membawa benda cair melebihi 100 ml, misalnya parfum atau deodoran. Air mineral yang Anda bawa kerap diambil petugas.

3. Check in

Anda tidak bisa masuk pesawat tanpa melakukan check in. Ini adalah prosedur resmi dimana pihak maskapai mencatat setiap penumpang yang datang ke dalam data manifes penerbangan. Carilah loket check in sesuai nama maskapai Anda, lantas antrelah dengan tertib sampai tiba giliran Anda.

Anda akan dimintai tiket atau print out tiket elektronik. Anda juga dimintai tanda bukti identitas diri seperti KTP atau paspor untuk yang mau terbang ke luar negeri. Bagasi Anda juga akan ditimbang di sini, sesuai batas atau malah overweight alias kelebihan beban. Untuk hal yang kedua, terkadang Anda harus membayar ongkos tambahan atau merayu-rayu petugas check in.

Dalam proses check in, setiap penumpang akan diberikan boarding pass sebagai tanda bisa masuk ke dalam pesawat dan nomor tempat duduk. Anda juga bisa memesan mau duduk di sebelah mana. Pada maskapai full service, proses check in ini juga menentukan apakah Anda bisa masuk pesawat duluan karena naik di kelas bisnis, atau karena sakit, hamil, tua, atau membawa anak-anak.

Setelah itu jangan lupa membayar airport tax Rp 40.000 per orang untuk penerbangan domestik dan Rp 150.000 per orang untuk penerbangan internasional di Bandara Soekarno Hatta. Airport tax ini biasanya lebih murah lagi pada bandara lain. Saat ini untuk maskapai Garuda Indonesia, airport tax sudah digabungkan dengan harga tiket.

4. Imigrasi

Untuk mereka yang akan terbang ke luar negeri, tahapan selanjutnya adalah proses imigrasi. Anda akan kembali menghadapi loket-loket dan diminta mengantre dengan tertib. Proses imigrasi dilakukan satu persatu kecuali Anda membawa anak kecil.

Anda tidak boleh berdiri dekat loket saat mengantre. Perhatikan garis kuning di lantai. Berdirilah di garis kuning, sambil menunggu orang di depan Anda selesai melakukan proses imigrasi.

Saat imigrasi, data paspor Anda akan disalin petugas, bisa discan atau lembar data paspor biometrik Anda digesek petugas. Sekali gesek, muncullah semua data Anda di layar komputer. Petugas imigrasi mencocokan foto paspor dan wajah Anda. Selanjutnya mereka akan memberikan cap stempel keberangkatan pada buku paspor Anda.

5. Boarding

Perhatikan betul boarding pass Anda. Di situ ada petunjuk ruang mana dan gate mana Anda harus menunggu pesawat. Perhatikan juga jam boarding dan jam terbang pesawat. Menunggulah di ruang boarding bersama para penumpang lainnya. Jangan salah ruang tunggu ya, tanyakan petugas dan tunjukan boarding pass Anda.

Jika waktu boarding masih lama, penumpang yang sudah check in biasanya memilih jalan-jalan di dalam bandara. Mereka melihat-lihat aneka toko, atau mungkin menyempatkan minum kopi dan sebagainya. Hal ini sah-sah saja dilakukan, tapi sekali lagi, perhatikan jam keberangkatan pesawat.

6. Duduk di pesawat

Panggilan untuk naik pesawat pun tiba. Para penumpang di ruang boarding siap-siap mengantre naik pesawat. Yang naik duluan adalah penumpang kelas bisnis dan penumpang prioritas seperti manula, orang sakit atau yang membawa anak-anak.

Anda masuk ke pesawat bisa dengan belalai, turun ke landasan kemudian naik tangga khusus, atau naik bus terlebih dahulu jika pesawat Anda parkirnya jauh. Carilah tempat duduk Anda sesuai nomor pada boarding pass. Letakan ransel atau tas tenteng Anda di kompartemen di atas tempat duduk. Jangan kebanyakan membawa barang atau meletakan barang asal-asalan, atau Anda dicibir penumpang lain.

Jika kompartemen penuh, carilah yang kosong di dekat tempat duduk Anda, atau taruh di kolong tempat duduk di depan Anda. Biasakan untuk langsung memakai sabuk pengaman dan, ini yang paling penting, segera matikan ponsel Anda. Duduklah yang rileks dan perhatikan petunjuk keselamatan penerbangan yang diperagakan pramugari. Anda pun siap mengudara!


sumber : detik.com

Penting! 6 Benda yang Sebaiknya Dipakai Saat Naik Pesawat

0 komentar


Berada di dalam pesawat dengan ruang tertutup, dingin dan diisi banyak orang membuat Anda harus pintar beradaptasi agar nyaman. Salah satunya adalah cara berpakaian. Inilah 6 benda yang sebaiknya dipakai saat naik pesawat.

Diintip dari Smarter Travel, Selasa (8/1/2013) inilah 6 pakaian yang sebaiknya Anda gunakan saat traveling naik pesawat:

1. Selendang

AC di dalam pesawat kadang menghasilkan udara yang sangat dingin. Untuk menghangatkan tubuh dan tidak menggigil, Anda bisa menggunakan selendang ketika berada di dalam pesawat. Lilitkan selendang ke leher agar leher terasa hangat.

Jika masih dingin, silakan tambahkan lapisan kain lebih banyak. Sebaiknya gunakan selendang berbahan katun karena lebih ringan. Selain itu, selendang berbahan katun biasanya lebih lebar, jadi bisa untuk melindungi tubuh dari dinginnya udara pesawat.

2. Gunakan pakaian yang menyerap keringat

Hal lain yang juga harus diperhatikan demi kenyamanan adalah bahan pakaian yang digunakan. Sebaiknya pilih bahan yang menyerap keringat, agar tubuh bisa 'bernapas'. Jika memilih bahan yang sulit menyerap keringat, bisa membuat tubuh Anda panas. Yang pasti, keringat yang tidak diserap pakaian membuat tubuh terasa tidak nyaman. Bahan seperti katun adalah yang terbaik.

3. Pakai stoking (support legwear)

Menggunakan kaos kaki panjang atau stoking sangat dianjurkan, terutama untuk Anda yang melakukan penerbangan jarak jauh. Penggunaan ini sangat membantu untuk meningkatkan sirkulasi darah. Pakai stoking juga bisa menghindari pembengkakan kaki akibat terlalu lama duduk.

4. Sepatu yang simpel

Saat naik pesawat, sebaiknya hindari menggunakan sepatu yang penuh aksesori, atau sepatu bertali. Pilih saja sepatu yang simpel. Ini memudahkan Anda untuk melepas sepatu saat melewati pemeriksaan. Bukan cuma itu, traveler juga jadi mudah memberi napas pada kaki yang lelah, karena selalu tertutup dalam perjalanan jauh.

5. Pakaian dengan banyak kantung

Khusus untuk traveler yang senang membawa banyak barang, tapi tidak mau repot-repot membawa tas, bisa menggunakan pakaian dengan banyak kantung. Saat ini sudah banyak jaket atau pakaian dengan banyak kantung yang modis. Jadi Anda tidak perlu takut terlihat aneh atau ketinggalan fashion.

6. Menggunakan barang yang stylish

Mencari pakaian yang nyaman bukan berarti melupakan penampilan. Anda harus tetap berusaha tampil stylish agar enak dipandang. Gunakan beberapa aksesori seperti gelang. Bisa tampil sesuai fesyen tentu menyenangkan bukan?


sumber : detik.com

7 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Backpacker Pemula

0 komentar


Backpacker merupakan salah satu cara seru untuk traveling. Dengan bujet minim dan perencanaan sendiri, Anda akan ditantang untuk jalan-jalan ke tempat yang asing. Tapi, ini lho 7 kesalahan yang biasa dilakukan bacpacker pemula.

Backpacker kini menjadi salah satu gaya berpergian favorit bagi wisatawan. Dengan backpacker, Anda akan merencanakan perjalanan sendiri, mengatur bujet sendiri, hingga menentukan pilihan sendiri ke mana Anda akan melangkah. Tapi ingat, ada banyak kesalahan yang biasa dilakukan bagi para backpacker pemula.

Dikutip dari Matador Network, Kamis (9/1/2013), inilah 7 kesalahan yang biasa dilakukan backpacker pemula:

1. Terlalu sedikit mendapatkan referensi

Melalui pencarian di internet, Anda mungkin mendapat banyak informasi tentang tempat tujuan. Tapi ingat, jangan puas dengan informasi yang sudah Anda dapatkan.

Referensi yang terlalu sedikit, lebih berbahaya daripada jadwal perjalanan yang terlalu ketat. Ada baiknya, Anda lebih mempelajari secara detil tentang bahasa lokal, norma-norma budaya, sejarah, dan juga letak geografis destinasi tujuan.

2. Menghabiskan banyak waktu di tempat penginapan

Memang, menghabiskan waktu di tempat penginapan akan terasa menyenangkan. Anda bisa tidur puas atau bersantai-santai tanpa ada yang melarang. Tapi, tak ada salahnya Anda keluar penginapan dan bertemu masyarakat sekitar.

Ya, Anda akan mendapat banyak informasi dan pengalaman seru dari masyarakat setempat tentang destinasi di sekitar Anda. Selain itu, cobalah bermalam di tempat-tempat yang beda. Anda bisa saja mendirikan tenda atau tidur di rumah penduduk. Hal ini tentu menyenangkan dan bisa mendapat teman baru.

3. Terlalu memamerkan barang-barang

Memamerkan barang yang dimaksud adalah Anda terlalu mencolok saat traveling. Mungkin, Anda biasa memakai gadget-gadget seperti iPod untuk mendengarkan musik atau menenteng kamera SLR. Tapi, hal ini nantinya akan membahayakan diri Anda sendiri dari tindak kejahatan. Upayakan untuk rendah hati dan tidak sombong.

4. Kehabisan uang di perjalanan

Jangan sampai uang Anda habis untuk hal-hal yang tidak perlu. Pastikan Anda memiliki dua cara untuk menyimpan uang. Pertama, ambil uang lewat ATM. Yang kedua, simpan uang Anda secara terpisah dan milikilah rencana biaya cadangan jika uang Anda sewaktu-waktu hilang atau dicuri.

5. Mabuk

Tak sedikit traveler yang mabuk saat traveling. Hal ini sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stress atau berpesta. Tapi, ada baiknya Anda tidak ikut-ikutan mabuk, karena hal ini berbahaya untuk keselamatan dan tindak kriminal. Selain itu, Anda dapat menghemat uang dengan tidak banyak minum bukan?

6. Membuka facebook setiap hari

Mungkin, Anda akan kangen dengan keluarga atau teman-teman di kampus saat traveling. Untuk mengobatinya, Anda bisa menghubungi mereka lewat skype atau media sosial seperti facebook.

Akan tetapi, jangan sampai Anda terus-terusan membuka facebook untuk bergosip atau membicarakan hal-hal lainnya. Urungkan juga niat Anda untuk mengecek email setiap harinya. Saat traveling, Anda harus meninggalkan itu semua dan bersenang-senang menikmati perjalanan.

7. Mengabaikan nasihat teman

Belajar dari kesalahan teman adalah hal terbaik untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat traveling. Baiknya, Anda mengikuti saran teman sebelum memulai perjalanan.

Traveling adalah kombinasi spontanitas, kerendahan hati, keyakinan, dan disiplin. Namun, untuk menyatukan hal-hal tersebut tidaklah mudah. Melalui saran teman yang sudah melakukan perjalanan ke destinasi tujuan Anda, pasti banyak informasi atau pengalaman menarik yang dapat menjadi 'buku panduan'.

Bagi Anda yang hendak pertama kali backpacker, ingat dan pelajari 7 kesalahan yang biasa dilakukan backpacker pemula ini. Jangan lupa untuk terus waspada sepanjang jalan, tapi tetap menikmati tiap momen yang Anda temui di tempat-tempat yang baru. Salam backpacker!


sumber : detik.com

 
Se7eN Travel Indonesia © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets