skip to main |
skip to sidebar
Label:
greenspiration
Kita tahu bahwa hutan adalah bagian dari anugrah yang diberikan oleh Tuhan, dan ini wajib kita syukuri karna hutan bnyak memberikan manfaat yang besar pada manusia maupun makhluk- makhluk yang ada disekitarnya. Maka dari itu kita sebagai manusia harus menjaga kelestariannya bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Di Indonesia banyak terdapat pulau-pulau kecil maupun pulau besar yang diliputi hutan-hutan yang lebat. Dan ini merupakan salah satu penyanggah hidup manusia dan makhluk yang lainnya, bisa juga dikatakan sebagai sumber kemakmuran manusia.
Karena hutan yang harus kita lindungi banyak menyimpan dan menampung air. Kita tau air sangat dibutuhkan manusia dan ini merupakan bahan baku yang setiap harinya kita konsumsi. Seperti yang kita tau hutan juga ada beberapa bagian seperti hutan konservasi, hutan lindung, hutan wiasata, hutan mangrove dan lain-lain.
Kenapa hutan harus kita jaga dan kita lestarikan, karna tujuannya adalah untuk mensejahterakan kelangsungan hidup manusia. Dalam jangka waktu yang cukup panjang hutan juga bisa disebut suatu kesatuan ekosistem yang berupa hamparan lahan yang didalamnya terdapat sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dan juga dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.
Ekosistem yang terdapat dikawasan hutan seperti sumber daya alam hayati ini adalah hubungan timbal balik antara unsur dalam alam. Didalam hutan terdapat hayati maupun non hayati yang saliang mempengaruhi dan bergantungan.
Seperti tumbuh-tumbuhan dan hewani beserta unsur non hayati disekelilingnya secara bersamaan membentuk suatu ekosistem.
©[FHI]
Label:
greentips
Inti dari kegiatan pendakian gunung untuk menikmati dan mensyukuri keindahan alam tanpa merusak dan menyakiti gunung itu sendiri dan diri sendiri sebagai pendaki. Kami biasa menyebutkannya sebagai menikmati tanpa menyakiti.
Mendaki gunung merupakan salah satu hobi yang kian hari kian marak dan banyak digemari. Kegiatan pendakian gunung, sebagaimana kegiatan di alam bebas lainnya, selalu penuh petulangan yang menantang, bahkan terkadang ekstrim.
Lantaran itu, dalam melakukan pendakian gunung, seorang pendaki musti melakukan persiapan yang matang. Jangan sampai kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan pengalaman dan kepuasan diri ini berakibat yang merugikan buat diri pendaki dan alam (lingkungan hidup).
Tips-tips mendaki gunung buat pendaki pemula berikut mungkin sedikit membantu persiapan pendakian gunung tersebut.
Tips sederhana Mendaki Gunung untuk Pemula. Untuk mendaki gunung, beberapa hal (tips) yang harus diperhatikan antara lain:
•Perencanaan pendakian
Tips pertama adalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang. Pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, jangka waktu, akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan. Jangan lupa untuk mendapatkan ijin resmi dari pihak-pihak terkait (termasuk orang tua atau slingkuhan..¦◦p).
•Kesiapan fisik dan mental
Tips selanjutnya adalah mempersiapkan fisik dan mental seperti dengan melakukan olah raga secara rutin.
•Penguasaan medan dan rute
Penguasaan medan dan rute merupakan sebuah hal yang sangat penting. Paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung musti ada lebih dari satu orang yang benar-benar telah menguasai medan dan hapal rute pendakian.
•Perlengkapan yang mencukupi tapi tidak memberatkan
Membawa perlengkapan yang mencukupi merupakan tips selanjutnya. Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca.
•Namun beberapa peralatan yang sangat penting diantaranya; tas rangsel khusus pendaki (carrier), sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag (kantong tidur), baju ganti, senter dan alat penerangan, korek api, tenda, kantong plastik, kompor dan peralatan masak mini, alat komunikasi (seperti hp), tempat air, dan peralatan survival dan obat-obatan.
•Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier (tas rangsel) hendaknya dengan komposisi barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak, bukan di pinggang hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung. @[204876742936764:]
•Barang-barang bawaan sbelum dimasukkan tas dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik. Tips ini untuk mencegah barang menjadi basah (berfungsi sebagai lapisan anti air) atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.
•Bahan makanan yang mencukupi
Tips membawa makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol karena meskipun hangat namun minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
•Memperoleh izin dan melapor pada Pos Pendakian
Sebelum pendakian dilakukan musti melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait terutama di Pos Pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.
•Tidak merusak alam
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menyakiti alam tentu akan semakin indah. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandalism), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti edelweiss), maupun membuang sampak nonorganik (plastik,puntung rokok,pembalut dll).
Sampah, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian hendaknya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di Pos Pendakian. Tips ini sesuai dengan semboyan yang biasanya dipegang oleh pencinta alam "jangan pernah meninggalkan apapun di gunung kecuali tapak kaki dan kenangan".
•Jika selesai menyalakan api unggun, matikan hingga betul-betul padam termasuk bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Juga ketika membuang putung rokok, matikan dulu bara apinya. Ini untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.
Dengan melakukan tips-tips mendaki gunung di atas, pendakian yang dilakukan meskipun oleh pemula dapat terlaksana sesuai harapan dan terhindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat ataupun terkena hipotermia.
Karena pada prinsipnya, sebuah pendakian gunung bukanlah sekedar untuk mencapai puncak gunung belaka, namun juga musti mampu kembali pulang.
©[Repost Doc (22/02/11/ Materi DIKSAR TNP)-FHI]
Label:
greentips
Dalam berkegiatan alam bebas dan utamanya pendakian gunung, sesuai pengalaman, bagi yang beragama Islam tentu tak ingin ( atau justru melupakan? ) lupa sholat serta tak menjadi alasan apapun untuk meninggalkan sholat. *fhi
Tetapi bagaimana caranya, sering menjadi pertanyaan bagi para pendaki gunung. Hal yang penting, tetapi kadang sering di lupakan jika kita berada di alam bebas, yang biasanya menjadi sebab alasan karena lokasi dan sulitnya mencari air untuk ber wudhu, serta juga pakaian yang kita rasa tak pantas untuk sholat karena kotor oleh alam. Berikut ini pertanyaan - pertanyaan berdasar pengalaman tentang mengadakan sholat saat berada di pendakian gunung.
Bolehkah sholat fardhunya dijama ? Sebagai catatan, di gunung biasanya selama 3 hari 2 malam. Kadang juga kita selalu ditimpa hujan seharian, sehingga kedinginan, sulit untuk sholat. Shalat fardhu boleh dijama` bila kita dalam keadaan safar / melakukan perjalanan. Mendaki gunung termasuk salah satu bentuk perjalanan yang bisa dijadikan dasar dari menjama sholat.
Selama di gunung biasanya sepatu selalu dipakai dan kita dikejar waktu untuk mencapai target. Bisakah sholat dengan menggunakan sepatu? Jika bisa, bagaimana wudhunya?
Seorang yang sholat boleh dalam kondisi sedang mengenakan sepatu, maksudnya pakai sepatunya sebelum sholat, bukan saat sedang sholat. Jadi waktu sedang sholat, sepatunya dalam keadaan terpakai. Sedangkan wudhu nya, kita cukup mengusap bagian atas sepatu itu dengan air, tanpa membuka sepatunya. Praktek ini dikenal dalam fiqoh dengan istilah al-Mashu Alal Khuffain , yaitu membasuh khuf ( sepatu ) sebagai ganti mencuci kaki dalam wudhu.
Dalilnya adalah bahwa ketika Rasulullah SAW berwudhu, salah seorang sahabat mengambilkan air wudhu untuknya, ketika giliran mencuci kaki dan sepatu masih dikenakan, beliau mengatakan, Biarkan kakiku itu ( tidak perlu dilepas sepatunya ). Karena ketika aku mengenakan sepatu, kakiku dalam keadaan suci ( dalam keadaan wudhu ).
Praktek seperti ini memang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dahulu. Dan menjadi bagian dalam tata aturan berwudhu terutama bila dalam keadaan udara yang sangat dingin. Sebagian ulama ada membolehkannya hanya pada saat safar ( bepergian ). *fhi Namun yang benar adalah baik dalam keadaan safar atau tidak, bisa diberlakukan.
Caranya sama dengan wudhu biasa kecuali hanya pada ketika hendak mencuci kaki, maka tidak perlu mencopot sepatu, tapi cukup membasuh bagian atas sepatu dari bagian depat terus ke belakang sebagai ganti dari cuci kaki. Sepatu tetap dalam keadaan dipakai dan tidak dilepas.
Untuk dibolehkannya tidak mencuci kaki dalam wudhu dan hanya mengusap bagian atas dari sepatu, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi :
Sebelumnya harus sudah berwudhu dengan sempurna. Setelah itu bila batal wudhu nya, maka ketika berwudhu lagi, tidak perlu mencuci kaki tapi hanya mengusapkan air ke bagian atas sepatu. Sepatu yang digunakan haruslah yang menutupi hingga mata kaki dan bukan terbuat dari bahan yang tipis tembus air. Juga tidak boleh ada bagian yang bolong / robek. @[204876742936764:]
Untuk musafir, boleh melakukan seperti itu selama masa waktu tiga hari. Sedangkan buat yang tidak musafir, masa berlakunya hanya sehari dan semalam. Semua itu selama dia tidak mencopot sepatunya. Adapun bila dalam masa itu dia mencopotnya, maka batallah masa berlakunya baik yang sehari semalam atau tiga hari. Semua yang membatalkan wudhu otomatis membatalkan wudhu dengan mengusap pada sepatu.
Ketika wudhu, bagian mana saja yang wajib dan yang sunah dibasuh? Bolehkah kita hanya membasuh yang wajib saja?
Karena air di gunung sangat dingin sekali, atau sebaliknya, ada yang sangat panas sekali. Sehingga enggan untuk menyentuh air. Dalam berwudhu, anggota badan yang wajib untuk dibasuh adalah wajah, kedua tangan hingga batas siku, mengusap ( sebagian ) kepala dan mencuci kaki hingga batas mata kaki. Masing - masing wajib dibasuh / diusap sekali saja. Kalau dua atau tiga kali sifat hanya sunnah.
Namun bila kondisinya sangat dingin dan khawatir menyebabkan penyakit, maka kita boleh melakukan tayammum. Yaitu dengan menyapu wajah dan tangan dengan tanah / debu sebagai ganti dari wudhu.
©[Repost Doc (06/11/11) FHI]
Label:
greenspiration
¦-->> Budayakan Diet Kantong Plastik <<--¦
Perhatian untuk rekan-rekan yang suka belanja dan menggunakan tas berwarna “ngejreng”? Hasil penelitian terbaru di Amerika Serikat menemukan, tas belanja dengan warna-warna yang cerah berisiko mengandung konsentrasi timbal yang tinggi yang berbahaya bagi kesehatan.
Hal ini terungkap dari kajian Toxics in PackagingClearinghouse (“Clearinghouse”) yang meneliti kandungan timbal, merkuri dan kromium pada tinta atau pewarna di 125 jenis tas yang dirilis baru- baru ini. Sebanyak 19 negara bagian di Amerika Serikat melarang penggunaan bahan-bahan pewarna ini.
Menurut peneliti, ada 3 dari 125 tas yang diteliti yang mengandung timbal. Ketiga tas tersebut mengandung setidaknya 1% timbal dari berat kertas. “Hal ini berarti untuk setiap 100 kg tas belanja yang diproduksi, kita melepaskan 1 kg timbal ke pasar,” ujar Dr. Alex Stone, pejabat di Departemen Ekologi Negara Bagian Washington.
“Tas-tas ini akhirnya akan terbuang ke tempat pembakaran sampah, TPA dan lokasi daur ulang. Timbal adalah bahan beracun yang sulit dihancurkan dan hanya akan mengendap dan terus mengendap,” tambah Stone lagi.
Semua tas belanja yang mengandung timbal menurut para peneliti adalah tas belanja plastik berwarna cerah atau “ngejreng” terutama yang berwarna kuning cerah dan merah.
Hanya satu dari tiga tas belanja yang diteliti mengandung timbal yang mencantumkan lokasi produksi dan dalam kasus ini dibuat di Amerika Serikat.
“Sangat mengejutkan menemukan satu kemasan yang diproduksi di Amerika Serikat yang mengandung timbal. Ini jelas-jelas melanggar undang-undang,” ujar Kathleen Hennings dari Departemen Sumber Daya Alam Iowa sebagaimana dikutip dari siaran pers Clearinghouse.
“Pada masa lalu kita biasa menemukan timbal dan kadmium di kemasan yang diproduksi di luar negeri. Pemerintah akan bekerja sama dengan perusahaan untuk mengatasi hal ini,” tambahnya lagi.
Hasil penelitian tahun ini, menurut Clearinghouse, jauh lebih baik dibanding penelitian terakhir yang dilakukan pada 2007. Pada saat itu, ada 17% dari tas belanja plastik yang diteliti mengandung bahan-bahan beracun.
©[FHI/VoA]
Label:
greenhealth
Terkadang kita pohon jambu dan buahnya kita anggap sepele, padahal pohon jambu banyak fungsi dan manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun dan buahnya. Menurut Siti Saadiah, Msi, Apt, Peneliti Biofarmaka IPB sebaiknya kita tanam pohon ini ditaman rumah karena banyak manfaatnya. Pernah sakit perut/disentri ? bayangkan jika malam hari anda sakit perut dan ketika tidak ada stok obat, daun jambu adalah salah satu apotik hidup yang alami, ambil daun yang tidak terlalu muda, rebus, dinginkan .. minum airnya maka sakit perut anda akan sembuh. Hal ini dikarenakan daun daun jambu mengandung zat antibakteri sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri saat terkena disentri. Pembunuh bakteri lain dalam daun ini adalah karetinoid, vitamin C dan potasium. Ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare yaitu Staphylococcus aureus dan E. coli.Buahnya? wah rupanya buahnya juga banyak manfaat, kandungan serat dan vitaminnya membantu menurunkan berat badan, konsumsi makanan anda akan berkurang jika sudah terisi oleh serat jambu, tentu anda tidak perlu makan terlalu banyak, atau jika lapar makan buah ini menghilangkan rasa lapar anda. Kandungan pekatin yang merupakan serat larut air akan menurunkan kolesterol, unsur Astringen yang terdapat dalam buah ini bisa menghilangkan kualitas kulit, sehingga tidak jerawatan, dan kulit terlihat lebih sehat. Ketika sakit flu, makanlah jambu biji. Kandungan zat besi dan vitamin C dalam jambu biji terbukti menyingkirkan virus flu. Jambu biji juga membantu mencairkan lendir dan bertindak sebagai disinfektan di dalam saluran pernapasan.
[FHI]
Label:
greentips
Libur Tahun Baru, ataupun Lebaran sering dimanfaatkan sobat greener untuk berwisata, melepas sejenak segala kepenatan rutinitas sehari-hari.
Ada yang lebih suka pergi ke hutan, ada yang senang ke pantai. Ada pula yang gemar pergi ke lokasi yang menawarkan berbagai wahana hiburan ataupun tempat-tempat bersejarah seperti museum dan candi.
Ke mana pun sobat greeners berwisata, yang jelas kegiatan ini bisa berpotensi merusak alam. Mengapa?
Alasannya banyak. Salah satunya, setiap bertamasya, kita pasti membutuhkan kendaraan: entah itu melalui jalur darat, laut, ataupun udara.
Semua moda transportasi tersebut juga butuh bahan bakar. Seperti kita ketahui, bahan bakar minyak alias BBM yang digunakan untuk menggerakkan mesin kendaraan kita didapat dari pengeboran di dalam tanah atau di dasar laut.
Sederhananya, semakin banyak BBM yang kita butuhkan, makin banyak pula lingkungan yang terganggu akibat eksplorasi minyak tersebut. Selain itu, kendaraan juga mengeluarkan karbon dioksida yang berpotensi mencemari udara. Semakin jauh kita berwisata, makin banyak pula udara yang tercemari polusi.
Itu baru dari segi transportasi. Belum lagi masalah makanan. Setiap berkunjung ke tempat wisata, kita pasti membawa makanan. Jika tidak diperhatikan dengan baik, bungkus atau sisa makanan yang kita buang bisa merusak alam sekitar.
Dari segi penginapan juga begitu. Hotel atau penginapan lainnya pasti membutuhkan banyak energi untuk menerangi ruangan, menyediakan air panas atau dingin, dan menyejukkan ruangan. Semua energi itu dipasok dari listrik yang bahan bakarnya juga berasal dari alam dan bisa merusak lingkungan.
Kalau dirunut, semua kegiatan sobat greener dari bangun tidur hingga tidur lagi memang sangat berpotensi merusak kelestarian alam. Tapi, dengan adanya kenyataan seperti itu, bukan berarti kita tidak boleh beraktivitas seperti berwisata.
Sobat greener tentu saja boleh bertamasya ke mana saja
dan dengan siapa serta apa saja sesuai dengan keinginan kita.
Asalkan, kita tetap peduli terhadap kelestarian alam dan bisa meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari aktivitas kita tersebut.
Nah, untuk meminimalisasi agar kegiatan berwisata sobat greener tidak begitu merusak alam, ada baiknya kita memperhatikan beberapa greentips berikut ini.
1. Cek Kondisi Rumah Sebelum Ditinggal
Sebelum bepergian, sobat greener harus mengecek apakah keran air sudah ditutup, apakah selang sudah dilepas dari gasnya, atau apakah lampu dan pendingin udara sudah dimatikan. Jika sobat greeber lupa, itu semua bisa menimbulkan pemborosan energi. Tidak itu saja, jika kamu lupa mematikan pendingin udara, misalnya, selain tagihan listrik meningkat, peralatan elektronik tersebut juga cepat rusak karena beroperasi terus. Belum lagi jika sobat greener lupa mematikan kompos gas. Hal itu bisa membahayakan rumah kamu.
2. Menentukan Tujuan Wisata
Ini menjadi salah satu pertimbangan penting. Sebab, seberapa jauh perjalanan yang sobat greener tempuh, seberapa banyak bekal yang kamu persiapkan, alat transportasi apa yang kamu pilih, dan di mana sobat greener menginap akan menentukan seberapa besar sumber daya alam yang kamu gunakan.
3. Menentukan Alat Transportasi
Jika sudah menentukan tujuan, sobat greener harus memikirkan alat transportasi apa yang akan kamu pakai. Jika memungkinkan, alangkah baiknya jika kamu menggunakan transportasi umum melalui jalur darat seperti bus, kereta api, ataupun angkot. Jika melalui jalur udara dengan
menggunakan pesawat, emisi gas karbon yang terbuang akan lebih banyak. Ini tentu saja akan berdampak pada pemanasan global. Tapi, jika terpaksa harus menggunakan pesawat, carilah pesawat yang langsung menuju tempat tujuan, tidak transit dulu ke bandara lain. Selain menghemat waktu, ini juga akan mengurangi emisi gas karbon dari pesawat yang kamu tumpangi.
4. Bawa Bekal dari Rumah
Jika sobat greener membawa makanan dari rumah, selain irit ongkos, kamu juga bisa mengurangi sampah bekas pembungkus makanan yang kita beli selama dalam perjalanan. Hal ini juga mengurangi risiko terganggunya kesehatan akibat membeli makanan di jalan yang belum diketahui tingkat kebersihannya. Jika terpaksa membeli makanan di jalan, usahakan pilih yang bungkusnya bisa didaur ulang. Teliti juga apakah makanan tersebut masih baik dan layak konsumsi.
5. Pilih Hotel yang Ramah Lingkungan
Ketika menginap, pilih hotel atau penginapan lainnya yang dikelola dengan baik dan memperhatikan kelestarian lingkungan. Misalnya, cari tempat penginapan yang memiliki pengolahan sampah yang cukup baik dengan memisahkan sampah organik dengan anorganik. Sobat greener juga harus memilih hotel yang memiliki banyak tanaman dan binatang seperti burung agar udara serta lingkungan terasa sejuk dan asri. @[204876742936764:]
6. Beli Cendera Mata Buatan Lokal
Jika membeli oleh-oleh, belilah yang bersifat lokal yang diproduksi oleh masyarakat setempat. Jika membeli suvenir dari luar daerah, barang tersebut membutuhkan alat transportasi untuk mendatangkannya. Ini tentu saja menambah emisi gas buang yang terbang ke udara. Selain itu, jangan membeli suvenir yang menggunakan bahan dari bagian tubuh satwa. Jika sobat greener membeli oleh-oleh seperti itu, berarti secara tidak langsung kamu ikut mendukung kepunahan hewan tersebut.
7. Gunakan Kamera Digital
Ketika berwisata, sobat greener pasti ingin mengabadikan momen bahagia tersebut dengan kamera. Usahakan memakai kamera digital. Selain lebih praktis, murah, dan lebih mudah untuk dilihat, kamera digital juga tidak membutuhkan kertas untuk mengetahui hasilnya. Jika terpaksa harus
mencetak gambar, pilih foto yang penting-penting saja. Ini akan meminimalisasi sampah dan penebangan hutan—karena bahan baku kertas adalah kayu.
8. Bawalah Tas Belanja Sendiri
Jika berbelanja oleh-oleh atau yang lain, usahakan membawa tas sendiri. Jangan menggunakan tas kresek dari pedagang. Tas kresek ini memang dikasih secara gratis oleh penjual. Tapi, jika semua orang menggunakan tas kresek, sampahnya tentu saja akan menumpuk. Dan tas kresek ini—yang bahan bakunya dari plastik—akan sulit didaur ulang. Ini juga berpotensi merusak lingkungan.
Tentu saja masih banyak tips yang harus sobat greener perhatikan jika kamu ingin berwisata dengan ramah lingkungan. Intinya, kita tetap harus menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan di sekitar tempat wisata yang kita kunjungi serta menghemat pengeluaran energi semaksimal mungkin. Jangan sampai ketika kita bersenang-senang bertamasya, alam yang kita kunjungi justru bersedih- sedih karena tindakan kita tidak ramah lingkungan.
©[Repost Doc (22/08/12) FHI]
Label:
greentips
Di musim liburan begini enaknya jalan-jalan bersama keluarga. Hmm... udah bosen dengan hiruk- pikuk perkotaan. Wisata alam bakalan jadi sasaran warga kota.
Wisata ini pastilah terletak di daerah-daerah yang masih asri dan penuh dengan pesona alamnya. seperti pegunungan atau pantai. Namun sayangnya, Pengunjung yang terkadang sehabis menggelar tikar dan makan dibawah pohon misalnya, membuang sampah sisa makanannya tidak ke tempat sampah. Sehingga lingkungan wisata yang asri dan indah menjadi kotor dan jorok.
Tangan mungilmu bisa menjadi ajaib loh Sobat. Terkadang...saya suka mengambil sampah-sampah yang ada di sekeliling saya yang sedang wisata walaupun itu bukan sampah milik saya dan membuangnya ke tempat sampah.
Hal kecil memang, namun bisa berbuat seperti itu membuat diri menjadi bangga, bahwa tindakan- tindakan kecil seperti itu justru membuat diri kita merasakan betapa kesatrianya diri kita. Dan menjadi ksatria tak harus bisa berubah seperti Superman, Power ranger ataupun Iron man.
Sobat's, mari kita bertindak kesatria dari hal-hal yang kecil dahulu.
©[Putri Jasari Dona-FHI]
Label:
greenspiration
Fakta yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;
"Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)." (Q, 43:11)
Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut "ukuran atau kadar" tertentu.
Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.
Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah "tetap": yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur'an dengan menggunakan istilah "menurunkan air dari langit menurut kadar". Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini,..
Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.
©[FHI/IM]
Label:
greenidea
Taman dengan neraca air mini. Dapat meresapkan air hujan, sekaligus menyaring polutan berat.
Berkurangnya permukaan tanah yang dapat meresapkan air hujan dapat mengakibatkan bencana alam, seperti banjir, erosi, tanah longsor, serta berkurangnya kesuburan tanah.
Hingga kini, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan penyerapan air tanah, namun belum efektif dan belum dapat menyelesaikan masalah. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, antara lain dengan menggunakan material conblock dan grass block sebagai pelapis tanah.
Selain itu kita juga dapat membuat sumur resapan dan biopori. Hanya saja, hal ini masih belum dapat mencegah polutan berbahaya dari udara yang terlarut dalam air hujan dan mencemari badan air. Taman hujan merupakan konsep baru penyerapan hujan ke dalam tanah, yang berupa neraca air mini. Neraca air merupakan tempat air hujan berkumpul dan terserap hingga tercipta keseimbangan air tanah, seperti terbentuknya danau, empang, dan rawa.
Taman hujan juga dapat menyerap logam berat, seperti tembaga, timah, dan zinc . Untuk membuat taman hujan, Anda dapat memanfaatkan lahan seluas mungkin dalam berbagai bentuk.luas taman yang ideal dapat diperoleh dengan kita menghitung volume cekungan.
Untuk jenis tanaman, pilihlah minimal lima jenis tanaman. Semakin banyak jenis tanaman, semakin baik karena keragaman yang tinggi membuat ekosistem yang terbentuk semakin stabil. Kestabilan ekosistem ini dapat berdampak positif pada perawatan karena tanaman mampu merawat dirinya sendiri dan hanya membutuhkan sedikit campur tangan Anda.
Letakkan tanaman yang tinggi di bagian tengah dan cekungan, sementara yang pendek di tanam di bagian pinggir. Untuk di lokasi yang terkena sinar matahari lebih dari enam jam setiap hari, pilihlah jenis tanaman yang berbunga.
Sedangkan lahan dengan sinar matahari yang terhalang bangunan atau pohon, pilihlah jenis tanaman tahan naungan.
Tanaman yang dipilih sebaiknya tanaman lokal karena mudah beradaptasi dengan iklim di daerah And. Selain kebersihan, jangan lupa untuk melakukan perawatan cukup dengan penjarangan tanaman sewaktu-waktu dan penyiraman pada musim kemarau.
©[FHI/IDEA]
Label:
greenspiration
Semut adalah salah satu dari 5 jenis hewan yang diabadikan sebagai nama surat dalam al Qur’an. Semut menjejakkan kaki-kaki kecilnya di bumi sejak 90 juta tahun yang lalu, mendahului manusia yang baru muncul sekitar 250.000 tahun lalu.
Semut dapat ditemukan dimana-mana. Dari gedung tinggi hingga hutan lebat, dari pesisir pantai hingga daerah subalpin. Semut juga ada di dalam tanah hingga pohon tinggi, di padang gurun hingga padang tundra. Jumlah spesies semut di dunia diperkirakan sekitar 20.000, dan 12.000 di antaranya telah diketahui oleh sains.
Semut memiliki peran-peran ekologis yang penting. Pada ekosistem daratan,semut adalah pemangsa utama terhadap invertebrata kecil. Semut dapat menggali sejumlah besar tanah sehingga menyebabkan terangkatnya nutrisi tanah.
Semut membentuk simbiosis dengan berbagai serangga, tumbuhan, dan fungi. Tanpa bersimbiosis dengan semut, organisme tersebut akan menurun populasinya hingga punah. Selain sebagai pemangsa, semut juga adalah mangsa yang penting bagi berbagai serangga, laba-laba, reptil, burung, kodok, bahkan bagi tumbuhan karnivora.
Peran yang dijalankan semut sedemikian penting sehingga dikatakan bahwa jika semut punah, ribuan spesies hewan dan tumbuhan akan ikut punah. Bahkan lebih dari itu, hampir semua ekosistem daratan akan melemah karena berkurangnya kompleksitas ekosistem. Subhaanallah
©[FHI/IM]
Label:
greenspiration
Kaktuspun yang begitu tegar perkasa di gurun yang gersang. Dipenuhi duri duri yang sangat tajam untuk melindungi dirinya. Kuat karena tantangan alam.
Namun saat berada dilingkungan yang subur dan berair, dia akan kehilangan keperkasaannya. Batangnya menjadi lebih lembek. Begitupun duri-durinya menjadi lembek dan tak pula begitu tajam. Melempem karena lingkungannya yang menghanyutkan.
Alam mengajarkan pada kita bagaimana hakikat hidup kita bisa sangat dipengaruhi oleh sekitar kita, Tempat tinggal kita, teman teman kita, bacaan kita, orang tua kita, atau juga hoby kita.
Kita bisa lebih 'strong' dan eksis atau bisa sukses menjadi pecundang karenanya. Bijaklah dalam memilih lingkungan, itu kalau kita punya kuasa untuk memilih. Tapi kalau tidak punya kuasa memilih, paksa pikiran dan perasaan serta naluri selalu tajam sambil berpegang teguh pada norma agama. Sebab itu yang membedakan kita dengan kaktus.
Jadi kita masih bisa tegar dan kuat serta punya duri pelindung yang tajam walau dilingkungan yang menghanyutkan.
©[Tapak Sang Petualang - FHI]
Fakta bahwa peralatan modern yang hadir di setiap apartemen, memancarkan gelombang elektromagnetik dan dapat mengganggu ketidaknyamanan untuk bidang kesehatan manusia. Mencegah lebih baik daripada mengobati, hindarilah kebiasaan menaruh makanan dan air dekat Komputer dan ponsel, sebab perangkat tersebut dapat meracuni air dan makanan, klaim ilmuan.
Para peneliti yang bekerja di Institut Kiev Ekologi Manusia, mereka telah melakukan percobaan untuk menentukan tingkat dampak negatif ponsel dan komputer terhadap tubuh manusia.
Para peneliti menganalisis keadaan air dalam gelas, yang terletak di dekat ponsel, sebelum dan setelah panggilan. Sebagaimana dijelaskan para peneliti, air bahkan dapat bereaksi terhadap medan magnet kecil, yang berfungsi sebagai daya dorong untuk perubahan dalam strukturnya.@[204876742936764:]
Sebagai hasil dari percobaan ini, peneliti menemukan bahwa, sementara jauh dari ponsel, struktur air memburuk: ia. menjadi lebih agresif. Percobaan lain dilakukan di dekat komputer, menunjukkan hasil yang serupa, klaim peneliti.
Hal yang sama akan terjadi dalam tubuh, karena 80 persen air. Efek berbahaya terakumulasi dan meningkat seiringnya waktu berjalan, Oleh karena itu, di masa depan, jauhi air atau makanan dari perangkat komputer dan ponsel, karena bisa menjadi racun, efek racun ini dapat mengembangkan penyakit mengerikan, seperti Alzheimer dan Parkinson.
Untuk alasan ini, peneliti menyarankan untuk tidak minum dan makan di dekat komputer atau ponsel.
Untuk mengurangi dampak negatif dari ponsel lebih baik Sobat greener tidak menaruh telepon di saku dan jauhkan Ponsel dari kamar tidur. Selama tidur, tubuh lebih sensitif terhadap gelombang elektromagnetik.
©[Repost Doc (12/08/12) FHI/NG]