Tampilkan postingan dengan label greentips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label greentips. Tampilkan semua postingan

Hemat Kertas, Selamatkan Pohon

Minggu, 30 Desember 2012 0 komentar



Setiap Proses produksi kertas memerlukan bahan kimia, air dan energi dalam jumlah besar dan tentu saja bahan baku, yang pada umumnya berasal dari kayu. Diperlukan 1 batang pohon usia 5 tahun untuk memproduksi 1 rim kertas. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi kertas juga sangat besar, baik secara kuantitatif dalam bentuk cair, gas, dan padat maupun secara kualitatif.

Agar limbah ini tidak mencemari lingkungan, maka diperlukan teknologi tinggi dan energi untuk mem- prosesnya.
Perubahan gaya hidup serta penyesuaian akan perkembangan jaman menyebabkan penggunaan kertas terus meningkat, baik kertas untuk kebutuhan tulis/cetak, maupun untuk kebutuhan sanitasi, makanan/minuman dan penunjang gaya hidup lainnya.

Peningkatan kebutuhan kertas tentunya diiringi dengan peningkatan kebutuhan akan bahan baku dan bahan tambahan lainnya. Konsekwnsinya adalah terjadi peningkatan limbah dari proses produksi kertas dan peningkatan jumlah kertas bekas.

Untuk memenuhi kebutuhan kertas nasional yang sekitar 5,6 juta ton/tahun diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar yang mahal dan tidak dapat tercukupi dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia, ironisnya kita lihat di sekeliling kita betapa banyaknya kertas yang ada di sekitar kita : dokumen, kemasan produk yang berlebihan, koran, majalah, brosur/leaflet/katalog, produk surat- surat, produk-produk sekali pakai, dan lain-lain. Padahal dengan memakai kertas bekas sebagai bahan baku kertas baru, sejumlah pohon, bahan kimia, air dan energi dapat dikurangi penggunaannya.

Jika kita tidak mulai memperbaiki pola konsumsi kertas sejak saat ini, maka akan terjadi kebiasaan dan ketergantungan untuk selalu menggunakan kertas dalam jumlah besar. Hal ini tentunya akan memberikan tekanan secara terus menerus kepada bumi kita dan memberi dampak yang kurang menguntungkan bagi lingkungan.

Jika sebuah organisasi terdiri dari 100 orang dapat menghemat 3 lembar kertas setiap hari, maka dalam setahun ada 156 batang pohon yang dapat diselamatkan.

Lalu Apa Yang Dapat Kita Lakukan?

3R : Reduce-Reuse-Recycle!
Mengurangi penggunaan kertas:

•Manfaatkan teknologi surat elektronik (e-mail)/fasilitas
pesan singkat telepon genggam (sms)/telepon untuk undangan/pesan/informasi yang bersifat informal

•Jika memungkinkan gunakan produk yang lebih bertahan lama daripada produk kertas misalnya gunakan sapu tangan/handuk kecil daripada kertas tisu,

•Gunakan popok kain daripada popok sekali pakai,

•Piring porselin/keramik daripada piring kertas/kotak kue untuk menyajikan makanan kecil;

•Jangan ambil/ menerima brosur/leaflet jika tidak diperlukan, atau kembalikan jika sudah dibaca dan isinya sudah dipahami.

•Menggunakan Kembali produk kertas selama mungkin :

•Gunakan kertas tulis/fotokopi pada kedua sisinya;

•Perlakukan kertas bekas/kertas kado bekas/amplop bekas dengan baik sehingga bisa digunakan kembali;

•Gunakan kertas sisa buku tulis untuk membuat tulis baru/

•Sumbangkan/jual majalah, koran, buku pelajaran dan buku cerita yang masih layak guna;

Hemat kertas: (Kertas diproduksi dengan menghancurkan Hutan Alam di Indonesia)

• Biasakanlah menggunakan e-mail atau sms didalam berkomunikasi, usahakan untuk mengurangi media komunikasi konvensional seperti surat.

• Gunakanlah papan pengumuman (bulletin board) sebagai media pemberitahuan umum kepada selurh anggota keluarga di rumah dan teman-teman di kampus. Untuk kantor gunakanlah fasilitas e- mail, messenger atau e-board.

• Kurangi atau hilangkan kebiasaan berlangganan koran atau majalah untuk mendapatkan informasi. Gunakanlah media televisi dan internet didalam mencari informasi. Dengan begitu Kamu akan ikut menghemat kertas & mengurangi sampah.

Ribuan Hektar hutan Alam di Indonesia hancur karena dibabat untuk Produksi kertas. Seperti yang dilakukan Perusahaan Teroris Alam PT. Riau Andalas Pulp & Paper (RAPP) anak perusahaan APP.

• Biasakanlah mendokumentasikan sesuatu secara digital.

• Apabila Sobat greener mesti membeli bahan bakar minyak (bensin) belilah yang memiliki oktan tinggi, agar pembakaran yang dilakukannya lebih sempurna dan sedikit menghasilkan polutan.

• Mulailah menggunakan kertas daur ulang.

©[Repost Doc (21/01/12) FHI]

JADILAH PENGENDARA CERDAS RAMAH LINGKUNGAN

0 komentar



Pengendara yang ‘pintar’ sangat dibutuhkan di tengah perubahan iklim global dan bahaya polusi udara yang membuat kualitas hidup manusia di bumi kian memburuk.

Walaupun banyak agen pemegang merek (APM) mengeluarkan produk-produk ramah lingkungan hingga mobil listrik atau hybrid, tanpa pengemudi yang cerdas tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Ingin menjadi pengemudi cerdas? Green Tips berikut dapat menjadikan Sobat greener seorang pengemudi yang cerdas dan peduli lingkungan:

• Tidak memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Terlebih sampai menghentakkan pedal gas (mobil) sampai meraung-raung. Mobil sekarang sudah modern sistem pelumasannya, demikian pula teknologi olinya. Cukup panasi mobil sekadarnya sampai jarum penunjuk suhu mesin bergerak dan arah putarannya stabil. Untuk mesin bensin biasanya tidak sampai 5 detik putaran juga sudah stabil.

Sedangkan untuk mobil yang jarang dipakai, panaskan kurang lebih 60 detik. Setelah itu jalankan mobil dengan rpm rendah (1.500-2.000 rpm) pada gigi rendah selama kurang lebih 5 menit. Jadi sambil jalan, mobil dipanaskan. Baru setelah itu, mobil dikendarai dengan kecepatan normal. Cara ini bisa menghemat 2-3 liter bensin per bulannya. @[204876742936764:]

• Pada posisi berjalan setelah pemanasan, atur putaran gas secara perlahan-lahan dan lembut. Kemudian percepat sedikit demi sedikit dan melaju secara konstan. Jika terpaksa harus melakukan pengereman dan hendak mengembalikan kecepatan, ada baiknya menjaga putaran mesin pada kisaran 2.500-3.500 rpm.

• Jaga kecepatan konstan dalam perjalanan, 40-50 km/h di jalan kota atau 80 km/jam di jalan tol sambil menjaga jarak aman terhadap mobil lain. Jika terjadi kemacetan, lebih baik mengurangi kemacetan secara gradual. Cara ini selain hemat BBM, juga hemat sepatu rem.

• Tidak melakukan akselerasi dan deselerasi (pindah gigi untuk perlambatan) secara mendadak. Injak pedal gas dengan kalem, jangan menghentak. Demikian pula saat melepas pedal gas. Hal ini juga sangat bergantung dengan pengaturan jarak antara kendaraan di depan.

• Tidak ada salahnya mematikan mesin mobil dalam kondisi berhenti lebih dari 1 menit.

• Selain menjaga putaran mesin, periksa juga tekanan ban. Jika tekanan ban berkurang, beban mesin kendaraan akan bertambah. Akibatnya, mesin akan bekerja keras menghasilkan tenaga besar, yang secara otomatis menguras bahan bakar. Jika tekanan ban terlalu tinggi, dapat berisiko terjadinya kecelakaan karena pecah ban.

• Hindari penggunaan AC atau pendingin jika tidak perlu seperti saat Sobat greener berkendara di malam hari atau saat berada di daerah dingin. Pemakaian AC dapat menjadi beban putaran mesin, otomatis berkaitan dengan penggunaan BBM.

• Hindari muatan berlebih, karena untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga besar pula. Ini berarti pemakaian BBM juga semakin besar. Bila memang tidak diperlukan, lepas aksesori yang mengganggu aerodinamika, seperti rak atap dan rak sepeda, serta kurangi atau turunkan barang- barang yang jarang diperlukan.

• Periksa kondisi dan kontur ban secara rutin, dan pilih jenis serta ukuran ban sesuai dengan buku panduan mobil yang digunakan. Pemilihan jenis ban yang tidak tepat dapat membuat kendaraan semakin boros BBM.

• Gunakan suku cadang asli, dan lakukan perawatan rutin di bengkel-bengkel resmi atau berpengalaman.

• Periksa oli mesin, oli transmisi, oli power steering, oli rem,dan oli kopling secara rutin dan teliti. Pastikan pula air radiator, resevoir dan fan atau kipas pendingin bekerja dengan baik. Mesin yang bekerja sempurna mampu memaksimalkan pemakaian BBM.

• Biasakan merencanakan dan memilih rute perjalanan dengan menggunakan peta atau GPS (Global Positioning System) agar mempermudah dalam memilih rute untuk mencapai tujuan dengan jarak terdekat.

• Gunakan kendaraan umum atau sepeda dan berjalan kaki untuk menempuh perjalanan dekat.

• Melakukan uji emisi secara berkala, misalnya dengan mengikuti uji emisi.

• Melakukan service berkala secara rutin sesuai dengan petunjuk buku service

• Apabila gas buang knalpot tercium bau menyengat atau berasap tidak wajar segera lakukan pengecekan di bengkel

• Menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan anjuran APM

• Tidak perlu terlalu lama memanaskan mesin, cukup 2 – 3 menit

©[Repost Doc (11/06/12) FHI]

Trik Termudah Mengurangi Kantong Plastik

0 komentar



Volume peredaran kantung plastik yang cukup besar di Indonesia tak jarang membuat benda ini tercecer ada di jalanan, di luar tempat sampah, dan mengotori saluran air.
Kantung plastik yang ringan dan banyak sampah plastik lainnya sering berakhir di laut, menyebabkan kematian 100 ribu hewan laut per tahun.

Selain itu, racun - racun dari partikel plastik yang masuk dalam tanah juga akan membunuh hewan- hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.

Siklus air juga jadi terganggu jika banyak sampah plastik di tanah.

Tentu cara pertama untuk mengurangi penggunaan kantung plastik adalah dengan berhenti menggunakannya. Mulai bawalah tas sendiri saat berbelanja, gantung di dekat pintu agar tak lupa dibawa, pilih bahan yang cukup tipis sehingga bisa dilipat dan dimasukkan ke ransel atau tas sehari - hari Sobat greeners.

Atau jika tidak membawa kantung plastik sendiri, kurangi penggunaan kantung plastik saat berbelanja. Jika misalnya kasir memberikan Sobat greeners 2 kantung plastik berbeda untuk barang - barang belanjaan yang sebenarnya muat dalam satu plastik, kenapa harus menggunakan dua kantung plastik tersebut?

Setidaknya ada sembilan solusi kurangi kantung plastik yang bisa Sobat greeners temukan di sini. Jika semua ini masih masih terlalu sulit, ada cara termudah untuk membantu mengurangi kantung plastik. Kumpulkan kantung plastik yang tercecer yang Sobat greeners temukan di manapun, lalu buang ke tempat sampah.

Tetapi jika ini terlalu mudah, maka kumpulkanlah tas - tas plastik yang bisa Sobat greeners temukan, lalu serahkan ke pemulung atau tempat pengumpul plastik di kota Sobat greeners agar bisa diolah dengan baik.

Tak mengotori tanah, tak berakhir di lautan dan membahayakan hewan laut, atau meracuni persediaan air kita. Apakah Sobat greeners sudah melakukannya?

Sebagai tambahan, kantung plastik baru terurai secara alami setelah 50.000 tahun.

©[Repost Doc FHI]

Botol plastik

0 komentar

Kurangi (Reduce) penggunaan botol plastik. Lebih baik membawa botol yang bisa dipakai ulang jika hendak bepergian, karena botol plastik membutuhkan waktu 50.000 tahun untuk terurai secara alami. 

Jika terpaksa harus membeli air minum kemasan, usahakan untuk Meremas atau Menghancurkan botol plastik tersebut, pastikan sudah tidak bisa dipakai lagi dan BUANG ke tempat sampah. Botol Plastik hanya boleh dipakai sekali saja, karena jika terus digunakan akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

HATI HATI DENGAN TEH CELUP

0 komentar



Minumlah Teh, bukan Klorin. Sobat greener gemar minum teh? Dan, sebagai manusia modern Sobat greener tentu suka segala sesuatu yang praktis, kan? Nah, Sobat greener tentu sering minum teh menggunakan teh celup. 

Selain karena suka rasa teh, mungkin kamu minum teh karena yakin akan berbagai khasiat teh. Misalnya, teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, atau teh hijau untuk melangsingkan tubuh.

Namun, apa Sobat greener terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama?

Mungkin pikir Kamu, semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh. Padahal, yang terjadi justru sama sekali berbeda!

Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Sobat greener mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit.

Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama.@[204876742936764:]

Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya.

Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.

Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Sobat greener tercelup lebih dari 5 menit. Atau, kembali ke cara yang sedikit repot, gunakan daun teh (Tubruk).

©[Repost Doc FHI]

Tips Sederhana untuk Pendaki Pemula

0 komentar



Inti dari kegiatan pendakian gunung untuk menikmati dan mensyukuri keindahan alam tanpa merusak dan menyakiti gunung itu sendiri dan diri sendiri sebagai pendaki. Kami biasa menyebutkannya sebagai menikmati tanpa menyakiti.

Mendaki gunung merupakan salah satu hobi yang kian hari kian marak dan banyak digemari. Kegiatan pendakian gunung, sebagaimana kegiatan di alam bebas lainnya, selalu penuh petulangan yang menantang, bahkan terkadang ekstrim.

Lantaran itu, dalam melakukan pendakian gunung, seorang pendaki musti melakukan persiapan yang matang. Jangan sampai kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan pengalaman dan kepuasan diri ini berakibat yang merugikan buat diri pendaki dan alam (lingkungan hidup).

Tips-tips mendaki gunung buat pendaki pemula berikut mungkin sedikit membantu persiapan pendakian gunung tersebut.

Tips sederhana Mendaki Gunung untuk Pemula. Untuk mendaki gunung, beberapa hal (tips) yang harus diperhatikan antara lain:

•Perencanaan pendakian
Tips pertama adalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang. Pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, jangka waktu, akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan. Jangan lupa untuk mendapatkan ijin resmi dari pihak-pihak terkait (termasuk orang tua atau slingkuhan..¦◦p).

•Kesiapan fisik dan mental
Tips selanjutnya adalah mempersiapkan fisik dan mental seperti dengan melakukan olah raga secara rutin.

•Penguasaan medan dan rute
Penguasaan medan dan rute merupakan sebuah hal yang sangat penting. Paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung musti ada lebih dari satu orang yang benar-benar telah menguasai medan dan hapal rute pendakian.

•Perlengkapan yang mencukupi tapi tidak memberatkan
Membawa perlengkapan yang mencukupi merupakan tips selanjutnya. Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca.

•Namun beberapa peralatan yang sangat penting diantaranya; tas rangsel khusus pendaki (carrier), sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag (kantong tidur), baju ganti, senter dan alat penerangan, korek api, tenda, kantong plastik, kompor dan peralatan masak mini, alat komunikasi (seperti hp), tempat air, dan peralatan survival dan obat-obatan.

•Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier (tas rangsel) hendaknya dengan komposisi barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak, bukan di pinggang hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung. @[204876742936764:]

•Barang-barang bawaan sbelum dimasukkan tas dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik. Tips ini untuk mencegah barang menjadi basah (berfungsi sebagai lapisan anti air) atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.

•Bahan makanan yang mencukupi
Tips membawa makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol karena meskipun hangat namun minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.

•Memperoleh izin dan melapor pada Pos Pendakian
Sebelum pendakian dilakukan musti melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait terutama di Pos Pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.

•Tidak merusak alam
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menyakiti alam tentu akan semakin indah. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandalism), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti edelweiss), maupun membuang sampak nonorganik (plastik,puntung rokok,pembalut dll).

Sampah, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian hendaknya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di Pos Pendakian. Tips ini sesuai dengan semboyan yang biasanya dipegang oleh pencinta alam "jangan pernah meninggalkan apapun di gunung kecuali tapak kaki dan kenangan".

•Jika selesai menyalakan api unggun, matikan hingga betul-betul padam termasuk bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Juga ketika membuang putung rokok, matikan dulu bara apinya. Ini untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.

Dengan melakukan tips-tips mendaki gunung di atas, pendakian yang dilakukan meskipun oleh pemula dapat terlaksana sesuai harapan dan terhindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat ataupun terkena hipotermia.

Karena pada prinsipnya, sebuah pendakian gunung bukanlah sekedar untuk mencapai puncak gunung belaka, namun juga musti mampu kembali pulang.

©[Repost Doc (22/02/11/ Materi DIKSAR TNP)-FHI]

Sholat Dalam Pendakian Gunung

2 komentar


Dalam berkegiatan alam bebas dan utamanya pendakian gunung, sesuai pengalaman, bagi yang beragama Islam tentu tak ingin ( atau justru melupakan? ) lupa sholat serta tak menjadi alasan apapun untuk meninggalkan sholat. *fhi

Tetapi bagaimana caranya, sering menjadi pertanyaan bagi para pendaki gunung. Hal yang penting, tetapi kadang sering di lupakan jika kita berada di alam bebas, yang biasanya menjadi sebab alasan karena lokasi dan sulitnya mencari air untuk ber wudhu, serta juga pakaian yang kita rasa tak pantas untuk sholat karena kotor oleh alam. Berikut ini pertanyaan - pertanyaan berdasar pengalaman tentang mengadakan sholat saat berada di pendakian gunung.

Bolehkah sholat fardhunya dijama ? Sebagai catatan, di gunung biasanya selama 3 hari 2 malam. Kadang juga kita selalu ditimpa hujan seharian, sehingga kedinginan, sulit untuk sholat. Shalat fardhu boleh dijama` bila kita dalam keadaan safar / melakukan perjalanan. Mendaki gunung termasuk salah satu bentuk perjalanan yang bisa dijadikan dasar dari menjama sholat.

Selama di gunung biasanya sepatu selalu dipakai dan kita dikejar waktu untuk mencapai target. Bisakah sholat dengan menggunakan sepatu? Jika bisa, bagaimana wudhunya?

Seorang yang sholat boleh dalam kondisi sedang mengenakan sepatu, maksudnya pakai sepatunya sebelum sholat, bukan saat sedang sholat. Jadi waktu sedang sholat, sepatunya dalam keadaan terpakai. Sedangkan wudhu nya, kita cukup mengusap bagian atas sepatu itu dengan air, tanpa membuka sepatunya. Praktek ini dikenal dalam fiqoh dengan istilah al-Mashu Alal Khuffain , yaitu membasuh khuf ( sepatu ) sebagai ganti mencuci kaki dalam wudhu.

Dalilnya adalah bahwa ketika Rasulullah SAW berwudhu, salah seorang sahabat mengambilkan air wudhu untuknya, ketika giliran mencuci kaki dan sepatu masih dikenakan, beliau mengatakan, Biarkan kakiku itu ( tidak perlu dilepas sepatunya ). Karena ketika aku mengenakan sepatu, kakiku dalam keadaan suci ( dalam keadaan wudhu ).

Praktek seperti ini memang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dahulu. Dan menjadi bagian dalam tata aturan berwudhu terutama bila dalam keadaan udara yang sangat dingin. Sebagian ulama ada membolehkannya hanya pada saat safar ( bepergian ). *fhi Namun yang benar adalah baik dalam keadaan safar atau tidak, bisa diberlakukan.

Caranya sama dengan wudhu biasa kecuali hanya pada ketika hendak mencuci kaki, maka tidak perlu mencopot sepatu, tapi cukup membasuh bagian atas sepatu dari bagian depat terus ke belakang sebagai ganti dari cuci kaki. Sepatu tetap dalam keadaan dipakai dan tidak dilepas.

Untuk dibolehkannya tidak mencuci kaki dalam wudhu dan hanya mengusap bagian atas dari sepatu, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi :

Sebelumnya harus sudah berwudhu dengan sempurna. Setelah itu bila batal wudhu nya, maka ketika berwudhu lagi, tidak perlu mencuci kaki tapi hanya mengusapkan air ke bagian atas sepatu. Sepatu yang digunakan haruslah yang menutupi hingga mata kaki dan bukan terbuat dari bahan yang tipis tembus air. Juga tidak boleh ada bagian yang bolong / robek. @[204876742936764:]

Untuk musafir, boleh melakukan seperti itu selama masa waktu tiga hari. Sedangkan buat yang tidak musafir, masa berlakunya hanya sehari dan semalam. Semua itu selama dia tidak mencopot sepatunya. Adapun bila dalam masa itu dia mencopotnya, maka batallah masa berlakunya baik yang sehari semalam atau tiga hari. Semua yang membatalkan wudhu otomatis membatalkan wudhu dengan mengusap pada sepatu.

Ketika wudhu, bagian mana saja yang wajib dan yang sunah dibasuh? Bolehkah kita hanya membasuh yang wajib saja?

Karena air di gunung sangat dingin sekali, atau sebaliknya, ada yang sangat panas sekali. Sehingga enggan untuk menyentuh air. Dalam berwudhu, anggota badan yang wajib untuk dibasuh adalah wajah, kedua tangan hingga batas siku, mengusap ( sebagian ) kepala dan mencuci kaki hingga batas mata kaki. Masing - masing wajib dibasuh / diusap sekali saja. Kalau dua atau tiga kali sifat hanya sunnah.

Namun bila kondisinya sangat dingin dan khawatir menyebabkan penyakit, maka kita boleh melakukan tayammum. Yaitu dengan menyapu wajah dan tangan dengan tanah / debu sebagai ganti dari wudhu.

©[Repost Doc (06/11/11) FHI]

Berwisata Ramah Lingkungan

0 komentar

Libur Tahun Baru, ataupun Lebaran sering dimanfaatkan sobat greener untuk berwisata, melepas sejenak segala kepenatan rutinitas sehari-hari.

Ada yang lebih suka pergi ke hutan, ada yang senang ke pantai. Ada pula yang gemar pergi ke lokasi yang menawarkan berbagai wahana hiburan ataupun tempat-tempat bersejarah seperti museum dan candi.

Ke mana pun sobat greeners berwisata, yang jelas kegiatan ini bisa berpotensi merusak alam. Mengapa?

Alasannya banyak. Salah satunya, setiap bertamasya, kita pasti membutuhkan kendaraan: entah itu melalui jalur darat, laut, ataupun udara.

Semua moda transportasi tersebut juga butuh bahan bakar. Seperti kita ketahui, bahan bakar minyak alias BBM yang digunakan untuk menggerakkan mesin kendaraan kita didapat dari pengeboran di dalam tanah atau di dasar laut.

Sederhananya, semakin banyak BBM yang kita butuhkan, makin banyak pula lingkungan yang terganggu akibat eksplorasi minyak tersebut. Selain itu, kendaraan juga mengeluarkan karbon dioksida yang berpotensi mencemari udara. Semakin jauh kita berwisata, makin banyak pula udara yang tercemari polusi.

Itu baru dari segi transportasi. Belum lagi masalah makanan. Setiap berkunjung ke tempat wisata, kita pasti membawa makanan. Jika tidak diperhatikan dengan baik, bungkus atau sisa makanan yang kita buang bisa merusak alam sekitar.

Dari segi penginapan juga begitu. Hotel atau penginapan lainnya pasti membutuhkan banyak energi untuk menerangi ruangan, menyediakan air panas atau dingin, dan menyejukkan ruangan. Semua energi itu dipasok dari listrik yang bahan bakarnya juga berasal dari alam dan bisa merusak lingkungan.

Kalau dirunut, semua kegiatan sobat greener dari bangun tidur hingga tidur lagi memang sangat berpotensi merusak kelestarian alam. Tapi, dengan adanya kenyataan seperti itu, bukan berarti kita tidak boleh beraktivitas seperti berwisata.

Sobat greener tentu saja boleh bertamasya ke mana saja
dan dengan siapa serta apa saja sesuai dengan keinginan kita.

Asalkan, kita tetap peduli terhadap kelestarian alam dan bisa meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari aktivitas kita tersebut.

Nah, untuk meminimalisasi agar kegiatan berwisata sobat greener tidak begitu merusak alam, ada baiknya kita memperhatikan beberapa greentips berikut ini.

1. Cek Kondisi Rumah Sebelum Ditinggal
Sebelum bepergian, sobat greener harus mengecek apakah keran air sudah ditutup, apakah selang sudah dilepas dari gasnya, atau apakah lampu dan pendingin udara sudah dimatikan. Jika sobat greeber lupa, itu semua bisa menimbulkan pemborosan energi. Tidak itu saja, jika kamu lupa mematikan pendingin udara, misalnya, selain tagihan listrik meningkat, peralatan elektronik tersebut juga cepat rusak karena beroperasi terus. Belum lagi jika sobat greener lupa mematikan kompos gas. Hal itu bisa membahayakan rumah kamu.

2. Menentukan Tujuan Wisata
Ini menjadi salah satu pertimbangan penting. Sebab, seberapa jauh perjalanan yang sobat greener tempuh, seberapa banyak bekal yang kamu persiapkan, alat transportasi apa yang kamu pilih, dan di mana sobat greener menginap akan menentukan seberapa besar sumber daya alam yang kamu gunakan.

3. Menentukan Alat Transportasi
Jika sudah menentukan tujuan, sobat greener harus memikirkan alat transportasi apa yang akan kamu pakai. Jika memungkinkan, alangkah baiknya jika kamu menggunakan transportasi umum melalui jalur darat seperti bus, kereta api, ataupun angkot. Jika melalui jalur udara dengan
menggunakan pesawat, emisi gas karbon yang terbuang akan lebih banyak. Ini tentu saja akan berdampak pada pemanasan global. Tapi, jika terpaksa harus menggunakan pesawat, carilah pesawat yang langsung menuju tempat tujuan, tidak transit dulu ke bandara lain. Selain menghemat waktu, ini juga akan mengurangi emisi gas karbon dari pesawat yang kamu tumpangi.

4. Bawa Bekal dari Rumah
Jika sobat greener membawa makanan dari rumah, selain irit ongkos, kamu juga bisa mengurangi sampah bekas pembungkus makanan yang kita beli selama dalam perjalanan. Hal ini juga mengurangi risiko terganggunya kesehatan akibat membeli makanan di jalan yang belum diketahui tingkat kebersihannya. Jika terpaksa membeli makanan di jalan, usahakan pilih yang bungkusnya bisa didaur ulang. Teliti juga apakah makanan tersebut masih baik dan layak konsumsi.

5. Pilih Hotel yang Ramah Lingkungan
Ketika menginap, pilih hotel atau penginapan lainnya yang dikelola dengan baik dan memperhatikan kelestarian lingkungan. Misalnya, cari tempat penginapan yang memiliki pengolahan sampah yang cukup baik dengan memisahkan sampah organik dengan anorganik. Sobat greener juga harus memilih hotel yang memiliki banyak tanaman dan binatang seperti burung agar udara serta lingkungan terasa sejuk dan asri. @[204876742936764:]

6. Beli Cendera Mata Buatan Lokal
Jika membeli oleh-oleh, belilah yang bersifat lokal yang diproduksi oleh masyarakat setempat. Jika membeli suvenir dari luar daerah, barang tersebut membutuhkan alat transportasi untuk mendatangkannya. Ini tentu saja menambah emisi gas buang yang terbang ke udara. Selain itu, jangan membeli suvenir yang menggunakan bahan dari bagian tubuh satwa. Jika sobat greener membeli oleh-oleh seperti itu, berarti secara tidak langsung kamu ikut mendukung kepunahan hewan tersebut.

7. Gunakan Kamera Digital
Ketika berwisata, sobat greener pasti ingin mengabadikan momen bahagia tersebut dengan kamera. Usahakan memakai kamera digital. Selain lebih praktis, murah, dan lebih mudah untuk dilihat, kamera digital juga tidak membutuhkan kertas untuk mengetahui hasilnya. Jika terpaksa harus
mencetak gambar, pilih foto yang penting-penting saja. Ini akan meminimalisasi sampah dan penebangan hutan—karena bahan baku kertas adalah kayu.

8. Bawalah Tas Belanja Sendiri
Jika berbelanja oleh-oleh atau yang lain, usahakan membawa tas sendiri. Jangan menggunakan tas kresek dari pedagang. Tas kresek ini memang dikasih secara gratis oleh penjual. Tapi, jika semua orang menggunakan tas kresek, sampahnya tentu saja akan menumpuk. Dan tas kresek ini—yang bahan bakunya dari plastik—akan sulit didaur ulang. Ini juga berpotensi merusak lingkungan.

Tentu saja masih banyak tips yang harus sobat greener perhatikan jika kamu ingin berwisata dengan ramah lingkungan. Intinya, kita tetap harus menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan di sekitar tempat wisata yang kita kunjungi serta menghemat pengeluaran energi semaksimal mungkin. Jangan sampai ketika kita bersenang-senang bertamasya, alam yang kita kunjungi justru bersedih- sedih karena tindakan kita tidak ramah lingkungan.

©[Repost Doc (22/08/12) FHI]

Tindakan Kecil yang Sangat Kesatria

0 komentar

Di musim liburan begini enaknya jalan-jalan bersama keluarga. Hmm... udah bosen dengan hiruk- pikuk perkotaan. Wisata alam bakalan jadi sasaran warga kota.

Wisata ini pastilah terletak di daerah-daerah yang masih asri dan penuh dengan pesona alamnya. seperti pegunungan atau pantai. Namun sayangnya, Pengunjung yang terkadang sehabis menggelar tikar dan makan dibawah pohon misalnya, membuang sampah sisa makanannya tidak ke tempat sampah. Sehingga lingkungan wisata yang asri dan indah menjadi kotor dan jorok.

Tangan mungilmu bisa menjadi ajaib loh Sobat. Terkadang...saya suka mengambil sampah-sampah yang ada di sekeliling saya yang sedang wisata walaupun itu bukan sampah milik saya dan membuangnya ke tempat sampah.

Hal kecil memang, namun bisa berbuat seperti itu membuat diri menjadi bangga, bahwa tindakan- tindakan kecil seperti itu justru membuat diri kita merasakan betapa kesatrianya diri kita. Dan menjadi ksatria tak harus bisa berubah seperti Superman, Power ranger ataupun Iron man.

Sobat's, mari kita bertindak kesatria dari hal-hal yang kecil dahulu.

©[Putri Jasari Dona-FHI]

Bahaya Tidur Dengan Peralatan Elektrik Menyala

0 komentar

Beberapa diantara kita punya kebiasaan tidur sambil nyalakan TV, Laptop, dan atau pakai headset. Tahukah sobat greeners bahwa kebiasaan itu sangat berbahaya?

Tidur merupakan kebutuhan alami manusia.
Dengan tidur yang berkualitas, metabolisme tubuh ditata kembali. Kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan regenerasi mengganti sel-sel tubuh yang mati.

Nah tahukah kamu, bagaimana cara mendapatkan tidur yang baik dan berkualitas?

Salah satu caranya adalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal (9 malam hingga 8 pagi) demi mendapatkan hormon melatonin secara maksimal.

Hormon Melatonin Adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar
pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal
pengaturan tidur. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari.

Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormonmelatonin ini juga akan mengalami penurunan,sejalan dengan pertambahan usia manusia.

Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitarusia 40 tahun
sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur.

Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan
mood dan menghilangkan ketegangan.

Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin. Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga.@[204876742936764:]

Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

• Matikan Televisi dan Musik
Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, ataumenonton televisi sampai tertidur, ataumembiarkan lampu di ruangan
menyala terang,memang sulit dihilangkan dan menurut sebagianorang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur.

Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress) Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.

Penjelasannya :
Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun,yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh.

Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalamipenurunan. Namun apabila kita tidur sambilmendengarkan musik, televisi dalam keadaanhidup atau lampu ruangan sedang menyala terang,maka gelombang suara atau cahaya yangdipancarkan oleh
peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.

Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata.

Gelombang-gelombang tersebutakan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerjadan mengolah informasi yang masuk.

Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam,berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut.

Jadi jangan biarkan otak Sobat greeners kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita.

Tapi selain dampak kesehatan, yang kami tekankan disini adalah bagaimana kita ikut menjaga bumi lewat gerakan menghemat energi. Sampai saat ini sumber energi di Indonesia masih disuplay dari bahan bakar fosil seperti batubara yang kotor, dan tentu saja cadangan energi fosil semakin hari semakin habis.

©[Repost Doc (10/17/12) FHI]

Kedatangan Tamu Ular, Apa yang Kita Lakukan?

0 komentar

Untuk sobat greeners yang rumah tinggalnya kemasukan Ular tak di undang apa sih yang harus dilakukan?

Yang perlu diingat:

1. Ular masuk rumah karena mencari mangsa, tikus atau mencari kehangatan. dia tidak dengan sengaja datang untuk menyerang manusia.

2. Ular takut dengan manusia

3. Ular tidak suka bau bauan menyengat

4. Ular TIDAK takut garam

5. Ular akan semakin menyerang agresif jika disakiti dan terdesak

6. Ular sensitif cahaya lampu, jika menngunakan senter saat
mencari atau mengusir ular di dalam rumah, hati hati pada efek gerakan senter kita yang justru akan meprovokasi ular untuk menyerang arah lampu/cahaya

7. Ular suka sembunyi di tempat gelap, sempit dan bisa masuk ke dalam liang kecil sebesar kepalanya.

8. Ular TIDAK semua berbahaya dan mematikan, ada banyak jenis ular yang tidak berbahaya.

9. Ular mendesis BELUM tentu kobra dan belum tentu berbisa. dia mendesis mengeluarkan udara melalui lubang mulutnya untuk menakuti sosok lain yang mengancamnya.

10. Jangan handling ular tanpa alat.

Yang perlu dilakukan Jika ular ketauan masuk Rumah:

1. jangan panik, usahakan semu keluar rumah dengan tenang.

2. Tutup semua pintu dan jendela rumah

3. seluruh anggota keluarga ambil posisi diluar rumah dengan jarak aman dari pintu.

4. semprotkan wangi wangian menyengat ke area dimana ular terlihat terakhir kali, bisa di dalam kamar atau dapur. jenis semprotan yang tidak berbahaya untuk makanan.

5. Tutup semua jendela dan pintu sekitar 15 - 30 menit.

6. Setelah itu, buka salah satu pintu .. sebaiknya pintu yang terhubung dengan udara luar dan jauh dari keluarga.

7. Diam kan sesaat..

8. Karena ular tidak suka bau bauan menyengat, dia akan bergerak keluar ruangan pekat tadi ke arah udara masuk..

9. setelah keluar dan menyentuh tanah. pastikan dia terusir keluar halaman dengan tongkat atau sapu.

10. ular tidak perlu ditangkap atau dibunuh untuk keluar dari rumah kita.

Jangan Bunuh Ular, karena ular adalah bagian penting dari rantai makanan Manusia.

©[Aji Rachmat (SIOUX) - FHI]

Greentips

0 komentar

Hindari posisi stand-by pada alat elektronik Sobat greeners! Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (bukan dalam posisi stand-by) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang luar biasa dari penghematan energi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-off-nya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya.

 
Se7eN Travel Indonesia © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets