Tampilkan postingan dengan label greenidea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label greenidea. Tampilkan semua postingan

Hemat Listrik Yuk!

Minggu, 30 Desember 2012 0 komentar


Mengurangi dampak pemanasan global salah satunya dengan menghemat energi listrik dan tentu sekaligus menghemat pengeluaran kita. Yuks disimak beberapa tips dibawah:

√ Lemari Es
Pintu lemari es harus ditutup rapat dan hanya dibuka seperlunya.
Jangan masukan makanan dan minuman yang masih panas kedalam kedalam lemari es karena akan membuat kulkas bekerja lebih berat.

Jauhkan lemari es dari sumber panas.
Isilah lemari es secukupnya.
Bersihkan kondensor secara teratur.

Konsumsi energi dari sebuah lemari es sama sekali tidak ada hubungannya dengan ukuran lemari es Sobat greener.

Sebagai gambaran, di pasaran, lemari es berukuran 400 liter akan mengonsumsi 106kWh/y. Lemari es model ini 5 – 15% lebih mahal namun akan menghemat energi dan uang Anda jauh lebih banyak. Biasanya produk ramah lingkungan ini berkualitas tinggi, tak perlu diservis sering-sering, dan tidak berisik.

Hindari lemari es dengan kompartemen freezer yang tergabung dengan kompartemen lain karena ia kurang efisien. Jadi lebih baik pilih lemari es dua pintu dengan ukuran freezer sesuai kebutuhan. Makin besar freezer, makin besar pula konsumsi listrik Anda. Jangan lupa periksa tingkat konsumsi energi lemari es Anda yang ada di buku panduan.

√ AC (Air Conditioning/pendingin ruangan)
Matikan AC bila ruangan tidak digunakan.
Atur suhu AC sesuai kebutuhan (sebaiknya tidak lebih dingin 5 derajat dari suhu luar), karena semakin dingin suhu semakin banyak energi listrik yang diperlukan.
Hindari kebocoran udara luar.
Pakailah timer switch untuk mengatur pemakaian sesuai kebutuhan.

√ Mesin Cuci Listrik
Gunakan mesin cuci hanya bila cucian Anda banyak.
Gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya, isi air sesuai petunjuk.
Hindari penggunaan pengering listrik, gunakan panas matahari untuk pengeringan secara alami.
Beli mesin cuci dengan konsumsi listrik kurang dari 0.9 kWh/
siklusnya. Cek dalam labelnya.

Jika menggunakan mesin pengering, pastikan mesin cuci sobat greener mampu berputar dalam kecepatan 1600 atau bahkan 1800 rpm. Mesin pengering dengan putaran lebih hemat dibanding mesin pengering dengan pompa pemanas.
Mesin cuci yang efisien mampu menghemat air hingga 1.500 liter per tahun. Hemat listrik, hemat air, hemat biaya!

√ Setrika Listrik
Bersihkan bagian bawah sterika dari kerak/kotoran
Gunakan setrika otomatis karena lebih hemat listrik
Atur setrika listrik, sesuai dengan tingkat panas yang diperlukan.

√ Mesin Pompa Air
Gunakan pompa air untuk mengisi tempat penampungan air, bukan untuk menyalurkan air
Gunakan penampung air otomatis sehingga aliran listrik akan terputus/pompa berhenti bekerja jika bak sudah penuh
Gunakan air jika secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran atau pipa.

√ Komputer
Untuk alasan praktis, pertimbangkan untuk membeli laptop dibanding desktop atau personal computer karena laptop mengonsumsi listrik lebih sedikit 5 kali daripada desktop. Ketika Anda sudah memiliki desktop dianjurkan menggunakan layar monitor LCD dibanding CRT.

Nyalakan fitur power management pada komputer Sobat greener. Screensaver tidak menghemat energi. Jadi lebih baik pilih blank screensaver. Periksa apakah komputer kamu sudah mendukung fitur Speedstep™ power management yang lebih baru dan mendukung penggunaan energi secara efisien.

Mematikan komputer Kamu setiap kali tidak digunakan akan memperpanjang usia penggunaannya. Membiarkan komputer menyala sepanjang tahun akan memakan lebih dari 1,000 kWh/y, atau setara dengan total konsumsi listrik seluruh rumah.

√ Gunakan sambungan kabel dengan satu steker untuk pemakaian komputer, modem, scanner, printer, monitor, speaker, atau stereo set Sobat greener. Jadi Kamu tinggal menekan satu tombol untuk mematikan semua alat elektronik.

Praktis untuk memotong penggunaan listrik lebih dari 200 kWh/y. Kamu tidak perlu menggunakan fitur “stand-by” sama sekali.

√ Minimalisir mencetak data dengan kertas (printing), terutama dengan laser printer, karena menyerap listrik lebih banyak dibanding inkjet printer.

DI KANTOR/ SEKOLAH
Matikan monitor komputer pada saat makan siang atau istirahat. Sebelumnya simpan dulu pekerjaan yang sedang menunggu diselesaikan.

Pastikan semua peralatan kantor dimatikan ketika malam hari atau pada saat akhir minggu.

Matikan layar komputer apabila sedang beristirahat makan siang.

Matikan lampu ketika ruangan tidak digunakan.

Hemat kertas (dan juga energi yang digunakan saat memproduksinya) dengan mencetak dikedua sisi dan dengan menggunakan kembali kertas bekas.@[204876742936764:]

Belilah perangkat kantor, seperti komputer, printer, dan mesin fotokopi yang hemat energi.

Bila perlu, atur "energy audit" secara berkala untuk gedung Kamu. Para ahli energi akan menganalisa kapan dan dimana saja terjadi pemborosan energi dan apa yang bisa dilakukan agar energi tersebut bisa digunakan secara lebih efisien.

Audit ini biasanya gratis. Termasuk audit untuk proses produksi dan kendaraan yang dipakai oleh semua pemakai gedung.

HITUNG SENDIRI PEMAKAIAN LISTRIK KAMU
Biaya listrik = Total kWh (jumlah pemakaian listrik) x lama pemakaian dalam jam x Tarif Dasar Listrik (sesuai kelompok golongan)

Tarif Dasar Listrik (TDL) menurut pln.co.id
Golongan R1 (< 2200 VA), 1 kWh = Rp 320,- untuk pemakaian sampai dengan 20 kWh
Golongan R2 (2200 VA – 6600 VA), 1 kWh = Rp 575,-
Golongan R3 (>2200 VA), 1 kWh = Rp 621,-

Misalnya, untuk sebuah lampu berdaya 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap harinya, konsumen di kelompok R1 harus membayar

= 0.1 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 9,150,- sebulan.

Sementara apabila lampu tersebut diganti dengan lampu hemat energi berdaya 20 watt, konsumen hanya perlu membayar

= 0.02 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 1,830,- sebulan.

Ganti Lampu 100 watt dengan lampu 20 Watt untuk pemakaian 10 jam/hari.

Coba dihitung:
Penghematan energi listrik/bulan:
(100W-20W) x 10 jam/hari x 30 hari = 2400 Wh = 2,4 kWh

Penghematan biaya/bulan:
Tarif R1 (< 2.200 VA) = rata-rata Rp. 320,- /kWh
2,4 kWh x Rp. 320,- = Rp. 768,-
Tarif R2 (2.200 – 6.600 VA) = Rp. 575,-/kWh
2,4 kWh x Rp 575,- = Rp. 1.380,-
Tarif R3 (>6.600 VA) = Rp. 621,-/kWh
2,4 kWh x Rp 621,- = Rp.1,490,-

Emisi CO2 yang direduksi/bulan:

Koefisien emisi CO2 di Indonesia menurut IPPC (1998) = 781.2621 gram/kWh
2,4 kWh x 781.2621 gr/kWh = 1.875 g = 1,875 kg CO2
Ini baru 1 alat elektronik. Ada berapa alat elektronik di rumah Anda?

We can make a difference

©[Repost Doc (29/03/12) FHI]

Hemat Energi Bisa Turunkan Emisi Karbondioksida

0 komentar



Indonesia bisa menurunkan emisi karbondioksida (CO2) jika gerakan hemat energi terus digalakkan. Jika penggunaan energi masih terjadi seperti saat ini dengan praktik business as usual, maka diperkirakan tahun 2028 Indonesia murni menjadi negara pengimpor energi.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Aziz Iskandar mengatakan terkait masalah efisiensi energi sudah banyak diketahui namun dirasakan pemanfaatan energi masih boros.

Jika dilihat berdasarkan nilai intensitas energi, di Indonesia untuk menghasilkan US$ 1 juta produk domestik bruto (GDP) membutuhkan 402 ton oil equivalent (TOE) atau setara ton minyak. Jumlah ini lebih besar dibanding Jepang yang hanya 69 ton oil, Jerman 126 dan Amerika Serikat 139 ton oil.

"Pengurangan penggunaan energi bisa dilakukan tanpa mengurangi aktivitas sehari-hari, justru harus tetap meningkatkan produktivitas," katanya di sela Managing Energy for Better Future yang diadakan Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) BPPT di Jakarta.

Pengurangan emisi lewat pengurangan atau efisiensi energi ini membutuhkan terbangunnya paradigma teknologi efisiensi dan teknologi baru.

Selama ini BPPT telah banyak penelitian, perekayasaan, pengembangan dan penerapan teknologi di sektor ketahanan energi nasional, seperti pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil, gastifikasi batubara dan biomassa, biofuel dan pembangkit listrik tenaga surya.

Selain itu BPPT juga terlibat dalam studi potensi kawasan hemat energi dan sekaligus memberikan rekomendasi kawasan kota hemat energi. Terkait hal itu BPPT sedang merencanakan agar suatu kawasan properti yang baru dibangun mampu merencanakan penggunaan energi.

"Penghematan energi bisa dilakukan seperti menggunakan lampu LED untuk penerangan, menyalakan air conditioner (AC) di 24-25 derajat Celsius, penggunaan gas dan elpiji untuk transportasi lokal," ucap Marzan.

Di gedung BPPT pun lanjut Marzan terdapat satu ruangan yang mempraktikkan gerakan hemat energi. Penyinaran ruangan menggunakan lampu hemat energi, pengesetan AC 25 derajat Celsius dan menyalakan komputer jika ingin digunakan.

Kepala B2TE BPPT Soni S Wirawan menjelaskan BPPT pun melakukan kajian peralatan hemat energi dan dalam rangka mendukung program pemerintah mengenai pemberian label tingkat hemat energi pada lampu swab last atau lampu hemat energi.

Lampu swab last tergolong hemat energi karena 5 watt lampu swab last setara dengan 18 watt lampu pijar. "Kalau di seluruh Indonesia menggunakan lampu hemat energi, berarti terjadi penghematan Rp 700 miliar per tahun," ucap Soni.

©[FHI/SP]

Membuat Kamar Tidur Ramah Lingkungan

0 komentar



Green living adalah gaya hidup hijau yang dapat diterapkan di manapun. Sobat greener bisa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di seluruh bagian rumah Kamu. 

Misalnya menerapkan di kamar tidur Sobat greener. Berikut caranya:

• Tempat tidur Sobat greener terbuat dari kayu? Saat membelinya, pastikan kayu itu bersumber dari hutan yang dikelola dengan baik. Jangan sampai membeli tempat tidur yang kayunya berasal dari hasil pembalakan liar, atau proses finishingnya menggunakan bahan kimia yang merusak lingkungan.

• Kasur adalah bagian paling nyaman dari sebuah kamar tidur. Gunakanlah kasur organik, yakni kasur yang kapuknya diambil dari serat alam. Kasur kapuk alami lebih aman dari serangan kuman penyebab alergi, atau tungau dan debu, sehingga juga akan menjamin kesehatan Sobat greener.

• Selimut. Bahan tekstil yang ramah lingkungan adalah tekstil yang aman dan nyaman bagi kulit, serta tidak menimbulkan alergi. Gunakanlah serat kapas alami dan pastikan proses produksi tekstilnya juga tidak menghasilkan limbah perusak alam.

• Sistem pencahayaan kamar tidur berhubungan dengan masalah efisiensi energi listrik. Lampu kamar tidur sebaiknya menggunakan lampu LED dan tidak perlu yang ber-watt besar. Untuk pencahayaan alami dapat diakali dengan pemasangan cermin besar yang akan memantulkan sinar lampu.

• Supaya kamar tidur tetap terang di siang hari, Sobat greener dapat memasang atap transparan di beberapa sudut atap, dan sinar matahari dapat masuk. Cara ini dapat mengurangi tagihan listrik Kamu.

• Gunakan cat dinding yang ramah lingkungan. Ciri-ciri cat yang mengandung racun dapat Sobat greener ketahui dari baunya. Cat berbahan dasar minyak biasanya mengandung VOC dan baunya menyengat. Sedangkan cat berbahan dasar air memiliki bau yang tidak terlalu menyengat. Cat seperti ini pastilah rendah kadar VOC-nya. Cermatlah dalam memilih produk cat.

• Sejuk dan Sehatnya Kamar Tidur Tanpa AC
Kamar tidur sejuk dan nyaman adalah idaman setiap orang. tapi, suhu tropis yang kebanyakan menyajikan suasana panas di dalam rumah membuat sebagian orang berpikir untuk memasang AC untuk menyejukkan kamar tidur. Sebenarnya langkah itu tidak perlu dilakukan jika Sobat greener tahu triknya, selain hemat dan ramah lingkungan kesehatan Sobat greener dan keluarga lebih terjaga.

• Bahaya AC bagi Kesehatan
Memasang AC untuk menyejukkan kamar tidur atau ruangan lain banyak dilakukan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan kesejukan. Padahal hal ini kurang baik untuk kesehatan. @[204876742936764:] Selain boros dan tidak ramah lingkungan AC juga memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan. Beberapa keluhan yang muncul setelah penggunaan AC adalah masuk angin, sakit kepala, dan migrain. Disamping itu AC juga dapat menyebarkan kuman lebih cepat karena mengalirkan udara yang sama dan itu-itu saja di sebuah ruangan.

Apalagi jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit atau bersin, maka
kuman pun menyebar di sekitar ruangan.

• Kamar Tidur Tanpa AC
Bagian rumah yang paling sering dipasang AC adalah kamar tidur, maklum sebagai tempat istirahat tentu saja penghuni rumah ingin agar saat istirahat menjadi maksimal tanpa ada gangguan kegerahan ataupun kepanasan. AC sering menjadi solusi cepat. Namun, tunggu dulu.

Setelah Sobat greener tahu bahwa ada beberapa bahaya AC untuk kesehatan, tentu Kamu ingin agar dapat memiliki ruangan yang sejuk tanpa AC bukan? Kurangnya bukaan dan ventilasi ruang dapat menyebabkan ruangan menjadi panas, dan tidak terjadi pertukaran udara dari dalam ruangan menuju luar ruangan secara maksimal. Inilah sebab utama mengapa sebuah ruangan menjadi sangat panas dan sirkulasi udara tidak dapat berlangsung dengan baik.

• Bukaan berupa jendela besar, setidaknya 20% dari luas dinding dapat membuat sirkulasi udara lebih lancar dan efisien. Tapi tidak cukup itu saja, namun ventilasi juga sangat diperlukan untuk mendukung perputaran udara dari dalam dan luar rumah secara lancar dan bergantian. Selain itu adanya bukaan yang lebar dan saling berhadapan di sebuah ruangan dapat membuat cahaya matahari masuk dan ruangan menjadi terang tanpa perlu menghidupkan lampu di siang hari.

Yuks selamatkan alam bumi, mulai dari yang sederhana, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang juga!

©[FHI]

Bangunan Hemat Energi

0 komentar



Sungguh sangat ideal apabila menjalankan secara operasional suatu bangunan dengan sedikit mungkin menggunakan sumber energi yang langka atau membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkannya kembali. 

Solusi yang dapat mengatasinya adalah desain bangunan harus mampu memodifikasi iklim dan dibuat beradaptasi dengan lingkungan bukan merubah lingkungan yang sudah ada. Lebih jelasnya dengan memanfaatkan potensi matahari sebagai sumber energi. Cara mendesain bangunan agar hemat energi, antara lain:

• Banguanan dibuat memanjang dan tipis untuk memaksimalkan pencahayaan dan menghemat energi listrik.

• Memanfaatkan energi matahari yang terpancar dalam bentuk energi thermal sebagai sumber listrik dengan menggunakan alat Photovoltaic yang diletakkan di atas atap.

• Sedangkan atap dibuat miring dari atas ke bawah menuju dinding timur-barat atau sejalur dengan arah peredaran matahari untuk mendapatkan sinar matahari yang maksimal.

• Memasang lampu listrik hanya pada bagian yang intensitasnya rendah. Selain itu juga menggunakan alat kontrol penguranganintensitas lampu otomatis sehingga lampu hanya memancarkan cahaya sebanyak yang dibutuhkan sampai tingkat terang tertentu.

• Menggunakan Sunscreen pada jendela yang secara otomatis dapat mengatur intensitas cahaya dan energi panas yang berlebihan masuk ke dalam ruangan.

• Mengecat interior bangunan dengan warna cerah tapi tidak menyilaukan, yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas cahaya.

• Bangunan tidak menggunkan pemanas buatan, semua pemanas dihasilkan oleh penghuni dan cahaya matahari yang masuk melalui lubang ventilasi.

• Meminimalkan penggunaan energi untuk alat pendingin (AC) dan lift.

©[FHI]

Taman Penyerap Hujan

0 komentar

Taman dengan neraca air mini. Dapat meresapkan air hujan, sekaligus menyaring polutan berat. 

Berkurangnya permukaan tanah yang dapat meresapkan air hujan dapat mengakibatkan bencana alam, seperti banjir, erosi, tanah longsor, serta berkurangnya kesuburan tanah. 

Hingga kini, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan penyerapan air tanah, namun belum efektif dan belum dapat menyelesaikan masalah. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, antara lain dengan menggunakan material conblock dan grass block sebagai pelapis tanah.

Selain itu kita juga dapat membuat sumur resapan dan biopori. Hanya saja, hal ini masih belum dapat mencegah polutan berbahaya dari udara yang terlarut dalam air hujan dan mencemari badan air. Taman hujan merupakan konsep baru penyerapan hujan ke dalam tanah, yang berupa neraca air mini. Neraca air merupakan tempat air hujan berkumpul dan terserap hingga tercipta keseimbangan air tanah, seperti terbentuknya danau, empang, dan rawa.

Taman hujan juga dapat menyerap logam berat, seperti tembaga, timah, dan zinc . Untuk membuat taman hujan, Anda dapat memanfaatkan lahan seluas mungkin dalam berbagai bentuk.luas taman yang ideal dapat diperoleh dengan kita menghitung volume cekungan.

Untuk jenis tanaman, pilihlah minimal lima jenis tanaman. Semakin banyak jenis tanaman, semakin baik karena keragaman yang tinggi membuat ekosistem yang terbentuk semakin stabil. Kestabilan ekosistem ini dapat berdampak positif pada perawatan karena tanaman mampu merawat dirinya sendiri dan hanya membutuhkan sedikit campur tangan Anda.

Letakkan tanaman yang tinggi di bagian tengah dan cekungan, sementara yang pendek di tanam di bagian pinggir. Untuk di lokasi yang terkena sinar matahari lebih dari enam jam setiap hari, pilihlah jenis tanaman yang berbunga.

Sedangkan lahan dengan sinar matahari yang terhalang bangunan atau pohon, pilihlah jenis tanaman tahan naungan.
Tanaman yang dipilih sebaiknya tanaman lokal karena mudah beradaptasi dengan iklim di daerah And. Selain kebersihan, jangan lupa untuk melakukan perawatan cukup dengan penjarangan tanaman sewaktu-waktu dan penyiraman pada musim kemarau.

©[FHI/IDEA]

Ayo, Kini Saatnya Berbatik

0 komentar

Dedi dan Wineng E Winarni, membuka usaha kerajinan batik di Desa Kalangan, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Tahun 2010 menjadi tahun revolusi mereka untuk mulai menggunakan pewarna alami. Buah dari tanaman Jolawe, nangka, daun manggis, secang, serta kayu tingi, pohon jati, tegeran, mahoni dan lainnya mereka olah dan jadikan bahan pewarna batik.

Pewarna alami dapat dihasilkan dari ekstrak tanaman dan buah yang mengandung Pigmen (zat warna). Indonesia dengan diversity (keragaman) hayati yang tinggi, sangat potensial untuk menghasilkan pewarna alami yang limbahnya lebih ramah lingkungan.

©[FHI/Mongabay]

 
Se7eN Travel Indonesia © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets