skip to main |
skip to sidebar
Label:
traveltips

Selain biaya makan dan transportasi, pengeluaran paling banyak saat traveling adalah akomodasi alias penginapan. Padahal, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menghemat biaya menginap.
Dikumpulkan detikTravel, Senin (12/11/2012) inilah 5 tips untuk menghemat pengeluaran biaya menginap:
1. Tidur di rumah kerabat
Cara pertama yang paling mudah dilakukan untuk menghemat biaya akomodasi adalah tidur di rumah kerabat. Ini bisa dilakukan kalau ada saudara atau teman yang kebetulan tinggal di daerah yang dikunjungi.
Dengan menginap, tentu Anda menghemat biaya tidur di hotel yang bisa mencapai ratusan ribu. Tapi ingat ya, jaga sikap selama menginap untuk menghormati sang pemilik rumah.
2. Bermalam di bandara
Selain menumpang di rumah kerabat, cara lain yang umum dilakukan wisatawan untuk menghemat biaya akomodasi adalah bermalam di bandara. Biasanya hal ini dilakukan oleh turis mancanegara, yang pesawatnya mendarat tengah malam dan belum memiliki tempat menginap.
Jika ingin mencoba cara ini, traveler bisa tidur di bangku-bangku yang ada di bandara. Jangan lupa kenakan pakaian hangat agar tidak masuk angin. Yang paling penting, letakkan seluruh barang dekat dengan Anda.
3. Menginap di stasiun kereta api
Selain bandara, masih ada tempat lain yang bisa Anda jadikan tempat bermalam, yaitu stasiun kereta api. Sama seperti bandara, turis yang tidur di stasiun biasanya karena kereta yang ditumpangi tiba dini hari. Mereka bisa lesehan di lantai stasiun atau pun merebahkan tubuh di bangku stasiun.
Hanya saja, jika ingin menginap di stasiun, para traveler harus lebih waspada dengan kondisi sekitar. Orang yang ingin berbuat jahat bisa jadi lebih banyak dibanding yang ada di bandara. Dekatkan barang bawaan dengan tubuh Anda, jika memiliki tas jinjing, manfaatkan sebagai bantal.
4. Pilih bus malam
Cara keempat yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya tidur adalah menginap di bus atau kereta malam. Ketika memiliki destinasi wisata yang jauh dan bisa menghabiskan waktu panjang, Anda bisa memilih transportasi malam, berupa bus atau kereta malam. Dengan memilih bus atau kereta malam, turis bisa menghemat biaya menginap karena akan menghabiskan malam di dalam kendaraan.
5. Masjid atau rumah ibadah
Ini dia tempat menginap lain yang biasa dipilih traveler ketika dalam perjalanan. Masjid atau rumah ibadah lain bisa disinggahi 24 jam, hal inilah yang dimanfaatkan banyak traveler ketika masih dalam perjalanan, atau enggan memesan kamar hotel karena alasan hemat. Tapi ingat, jaga terus kebersihan dan kesucian rumah ibadah selama Anda menumpang tidur.
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Jet lag sering dialami turis ketika traveling. Perbedaan waktu yang cukup jauh menjadi penyebab utamanya. Tapi tidak perlu kuatir karena jet lag bisa dicegah dengan 4 cara ini.
Jet lag adalah kondisi fisiologis tubuh yang belum siap dengan perubahan waktu yang terlalu jauh dari daerah asal. Biasanya kondisi ini dialami traveler yang melakukan perjalanan jauh, hingga berjam-jam dari waktu di kota asal.
Kondisi seperti ini tentu sangat tidak enak. Untuk itu, cegah jet lag dengan 4 cara ini yang dikutip dari Smarter Travel, Selasa (18/12/2012):
1. Sesuaikan jam pribadi
Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mencegah jet lag sebelum bepergian adalah penyesuaian jam. Beberapa hari sebelum pergi, mulailah menyesuaikan waktu dengan destinasi tujuan, seperti waktu tidur atau bangun tidur yang dipercepat.
Jika tiba di destinasi tujuan pagi hari, cobalah untuk tidur di pesawat. Jadi, begitu sampai Anda sudah tidak mengantuk dan bisa beradaptasi perlahan-lahan dengan kondisi di sana.
2. Konsumsi suplemen tubuh
Mengonsumsi suplemen yang kaya melatonin terbukti bisa mengurangi jet lag. Ini bisa membuat beberapa orang merasa mengantuk. Jadi, Anda bisa mencobanya sebagai alat bantu untuk menyesuaikan waktu tidur.
Tapi berhati-hatilah sebelum mencoba. Ada beberapa orang yang alergi dengan suplemen tubuh. Jadi, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum mengonsumsinya.
3. Tambah cairan
Ketika traveling dengan pesawat, khususnya penerbangan panjang, setiap orang bisa mengalami dehidrasi. Sedangkan dehidrasi bisa membuat seseorang mengalami jet lag lebih besar, atau bahkan lebih buruk. Oleh karena itu, cegah dehidrasi dengan meminum banyak air putih, dan hindari kopi atau alkohol.
4. Sediakan pil tidur
Bagi sebagian orang, tidak tidur sebelum traveling sangat menyenangkan karena Anda jadi bisa terlelap dengan nyenyak di atas pesawat. Meski begitu, hal ini justru harus dihindari. Jet lag sangat mudah menyerang orang yang kelewat lelah atau sakit. Jadi, pastikan Anda telah tidur yang cukup sebelum penerbangan.
sumber : detik.com
Label:
traveltips
Langkah seorang turis kadang terhenti ketika melalui metal detector di keamanan bendara. Beberapa benda yang dikenakan ternyata jadi sumber penyebab, seperti 6 benda ini.
Bandara adalah satu gerbang pariwisata yang sangat sibuk. Hampir 24 jam tempat ini dipadati turis yang baru datang atau akan berangkat liburan. Ada yang datang dengan santai karena waktu terbang masih jauh, ada pula yang tergesa-gesa karena sudah dekat waktu terbang.
Khusus penumpang yang terburu-buru, pemeriksaan keamanan bandara, seperti metal atau sinar X kadang jadi penghalang. Meski tidak membawa barang berbahaya, langkah Anda akan terhenti beberapa menit untuk pemeriksaan lebih detil.
Jika hal ini tidak ingin menimpa Anda, sebaiknya hindari mengenakan beberapa benda tertentu. Dilongok dari Smarter Travel, Rabu (19/12/2012) inilah 6 benda yang sebaiknya tidak Anda kenakan ketika akan melalui pemeriksaan bandara:
1. Sepatu yang sulit dilepas
Beberapa bandara taraf internasional akan melakukan pemeriksaan sedetil mungkin untuk mengecilkan kemungkinan ada barang selundupan. Bahkan, tak jarang ada pihak keamanan bandara yang meminta turis asing untuk melepas pakaian juga sepatu yang dikenakan.
Jika sedang terburu-buru, sebaiknya hindari mengenakan sepatu yang sulit dilepas. Ini jelas akan membuat pergerakan Anda terhambat. Waktu Anda pun banyak terbuang di sini.
2. Perhiasan berbahan dasar logam
Ini dia benda yang paling membuat langkah Anda terhenti di pemeriksaan bandara, perhiasan atau aksesori dari logam. Salah satu perangkat keamanan yang digunakan keamanan bandara adalah metal detector. Alat ini dibuat untuk mendeteksi apakah ada barang berbahaya yang kebanyakan terbuat dari logam.
Tapi sayangnya tak hanya barang berbahaya yang kena deteksi metal ini, tapi juga perhiasan atau aksesori yang biasa Anda kenakan. Sinyal tanda ditemukan barang metal pun berbunyi. Kemudian petugas bandara menghampiri, dan mulai memeriksa seluruh bagian tubuh Anda. Perjalanan Anda pun terhambat.
3. Ikat pinggang
Meski celana panjang Anda terasa longgar, hindari menggunakan ikat pinggang ketika akan melalui metal detector. Sama seperti perhiasan, alat pendeteksi ini juga mengenali ikat pinggang sebagai bendar berbahan metal yang mungkin berbahaya. Otomatis, langkah Anda akan terhenti beberapa menit.
4. Jaket
Sebelum mempersilakan penumpang bandara melalui metal detector, petugas keamanan akan terlebih dahulu menghampiri penumpang yang mengenakan jaket. Ya, turis harus melepas jaket sebelum melalui alat pemeriksa metal dan meletakkannya di alat pemindai sinar X.
5. Pakaian apapun yang dianggap berbahaya
Pemilihan baju saat naik pesawat ternyata tak kalah penting. Salah-salah baju Anda bisa diusir dari pesawat. Kejadian ini pernah dialami seorang penumpang pesawat American Airlines. Pilot maskapai itu menegur seorang wanita yang menggunakan kaus bertuliskan kata makian. Ia diperbolehkan naik pesawat setelah menutupi kata tersebut dengan syal.
Lebih parah lagi, seorang pria ditolak naik pesawat Qantas di Bandara Melbourne yang akan terbang ke London. Staf bandara menolak Jasson karena ia memakai baju bergambar mantan Presiden AS, George Bush dan bertuliskan World's #1 Terrorist (teroris nomor satu di dunia).
6. Pakaian kelewat longgar
Mengenakan pakaian yang longgar memang tidak dilarang. Tapi jika pakaian yang Anda pakai kelewat longgar, ini bisa memancing kecurigaan petugas keamanan. Mereka bisa saja berpikir Anda menyimpan barang-barang berbahaya di balik baju.
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Packing jadi salah satu hal esensial dalam liburan. Namun tidak semua traveler mengetahui bagaimana packing yang efektif. Berikut 8 cara dasar packing yang bisa melancarkan acara liburan Anda.
Siapa sangka daftar barang bawaan bisa membuat acara packing Anda lebih ringkas. Atau, menggulung pakaian bisa membantu meringankan bawaan Anda. Disusun dari Huffington Post, Jumat (28/12/2012) inilah cara packing praktis:
1. Buat daftar barang bawaan
Sebelum repot dengan beragam bawaan yang harus dimasukkan ke dalam tas, alangkah baiknya jika Anda membuat daftar barang bawaan. Sebelum membongkar lemari, ambillah kertas dan pulpen serta langsung tuliskan semua barang yang ingin Anda bawa.
Setelah lengkap, Anda pun bisa packing dengan lebih tertata. Jangan lupa untuk menceklis barang-barang yang sudah dimasukkan ke dalam tas atau koper.
2. Gulung pakaian
Bagi para traveler yang ingin liburan dalam jangka panjang, gulunglah pakaian. Jangan melipatnya seperti saat menaruh di lemari. Menggulung pakaian bisa membuat tas lebih ringan dan ruang dalam tas jadi lebih luas.
3. Ketahui peraturan bagasi di maskapai pilihan Anda
Saat liburan menggunakan pesawat, perhatikan baik-baik peraturan mengenai bagasi di maskapai yang Anda pilih. Jangan sampai Anda membawa barang terlalu banyak sehingga mau tak mau harus membayar ekstra bagasi. Jangan lupa, timbang dahulu barang bawaan Anda sebelum memasukkan ke dalam bagasi.
4. Hindari terlalu banyak tas
Membawa banyak tas kecil tentu akan sangat merepotkan. Daripada membawa banyak tas dan kemungkinan tertinggal lebih besar, bawalah tas besar yang mampu menampung barang-barang Anda. Tas dipisahkan berdasarkan tas pakaian dan tas barang berharga. Usahakan membawa satu tas yang cukup besar untuk memuat semua barang berharga Anda agar perjalanan jadi lebih praktis.
5. Cuci pakaian Anda
Daripada membawa banyak pakaian, lebih baik mencuci pakaian dan menggunakannya kembali. Anda bisa mencuci pakaian saat sedang mandi atau menaruh pakaian di laundry dekat penginapan. Di banyak destinasi liburan sudah tersedia laundry yang bisa mencuci pakaian Anda dalam waktu yang cukup singkat.
6. Pilih barang yang multifungsi
Membawa barang multifungsi jauh lebih ringkas dibanding membawa barang banyak yang memiliki kegunaan berbeda-beda. Seperti contoh, membawa jaket yang bisa jadi bantal lebih baik daripada membawa jaket dan bantal. Atau, Anda juga bisa membawa celana panjang yang bisa dibuka menjadi celana pendek. Ini akan meringankan bawaan Anda juga akan mengurangi biaya bagasi di pesawat.
7. Packing dengan beraturan
Isi tas yang rapi akan memudahkan semua orang. Tidak hanya Anda tapi juga petugas keamanan bandara.
Usahakan menaruh pakaian dalam satu layer, juga sendal dan sepatu dalam satu layer, elektronik dalam satu layer dan seterusnya. Ini akan memudahkan Anda saat ingin mencari barang di tas atau koper.
8. Jangan pernah taruh barang berharga dalam bagasi
Sekeren dan seterkenal apapun maskapai yang Anda gunakan, jangan pernah menaruh barang berharga di tas atau koper yang akan jadi bagasi. Anda tak tahu apa yang bisa terjadi.
Lagipula, jika hilang dan berjanji akan digantikan oleh pihak yang bertanggung jawab, belum tentu akan kembali dengan cepat. Dompet, ponsel, dokumen seperti paspor dan gadget harus ada di dalam tas yang selalu Anda bawa.
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Dibanding naik bus, traveling dengan pesawat memang lebih cepat. Tapi, sebaiknya jangan naik pesawat tanpa membawa 4 barang ini.
Dilongok dari Smarter Travel, Kamis (27/12/2012) inilah 4 barang yang sebaiknya Anda bawa ketika naik pesawat:
1. Tas jinjing kecil
Ketika naik pesawat, selain membawa koper sebaiknya traveler juga membawa tas jinjing. Ini berguna untuk menyimpan berbagai yang mungkin Anda perlukan saat berada di dalam pesawat.
Selain itu, ada baiknya turis memilih tas jinjing berukuran kecil untuk dibawa. Ini untuk berguna bila tempat penyimpanan kabin sudah penuh dan tidak ada tempat lain untuk menyimpan tas. Traveler jadi tetap bisa menyimpannya di bawah jok kursi depan.
2. Penyumbat telinga (earplugs)
Salah satu masalah yang banyak dialami traveler saat naik pesawat adalah telinga terasa sakit karena perubahan tekanan udara. Bahayanya, hal ini tak hanya dialami orang dewasa tetapi juga anak-anak. Sambil menahan sakit, mereka akan memejamkan mata bahkan sampai menitikkan air mata.
Untuk mencegah itu semua, ada baiknya Anda membawa earplugs atau penyumbat telinga. Segera kenakan sebelum pesawat lepas landas, karena bisa membantuk telinga beradaptasi dengan perubahan tekanan udara. Saat ini, earplugs sudah banyak dimodifikasi menjadi earphone. Jadi, sambil mencegah sakit telinga, Anda bisa mendengarkan lagu kesayangan sepanjang perjalanan.
3. Buku bacaan
Untuk mencegah rasa suntuk selama penerbangan, traveler disarankan untuk membawa buku bacaan. Tidak hanya buku, jika memiliki tablet, iPad atau alat elektronik lain, sebaiknya simpan bahan bacaan berupa e-book di dalamnya. Jadi, Anda tidak perlu tumpukan buku yang bisa memberatkan, karena semua sudah ada dalam bentuk e-book.
4. Travel Scrabbel
Selain buku, hal lain yang bisa Anda bawa untuk menghilangkan rasa bosan di dalam pesawat adalah travel scrabble. Ini adalah permainan scrabble yang sengaja dibuat untuk dimainkan ketika traveling.
Sebenarnya ada banyak permainan yang bisa Anda pilih, tapi kenapa harus travel scarbbel? Ini karena scrabbel adalah permainan yang membutuhkan konsentrasi. Sehingga tidak menimbulkan kebisingan dari pemainnya yang mungkin mengganggu penumpang lain.
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Dengan alasan tak mau repot, beberapa traveler lebih memilih menyimpan barang bawaan di dalam bagasi ketimbang kabin pesawat. Namun, jangan menyimpan 8 benda ini dalam bagasi, karena risiko hilang atau rusak.
Beberapa benda seperti perhiasan memang sebaiknya tidak disimpan di dalam bagasi. Ada banyak alasan untuk hal ini. Selain karena berisiko rusak ketika dimasukkan ke dalam pesawat, Anda juga tidak tahu bagaimana keamanan di sana. Salah-salah barang kesayangan malah bisa hilang.
Masih ada lagi benda lain yang sebaiknya tidak Anda simpan di dalam bagasi, ketika traveling dengan pesawat terbang. Diintip dari Smarter Traveler, Rabu (26/12/2012) inilah 8 benda yang sebaiknya dihindari untuk disimpan dalam bagasi:
1. Perhiasan dan barang berharga lainnya
Benda pertama yang sebaiknya tidak Anda simpan dalam bagasi adalah perhiasan. Tidak ada jaminan dari maskapai untuk traveler yang kehilangan barang berharga dalam koper yang diletakkan di bagasi.
Ya, menyimpan barang dalam bagasi bukan berarti barang Anda dalam tempat yang aman. Selalu ada peluang untuk orang berbuat jahat dan mengambil barang. Sampai saat ini, sudah banyak pengaduan dari penumpang yang kopernya dibobol dan barang berharga di dalamnya hilang. Anda tentu tak ingin seperti mereka, bukan?
2. Paspor dan dokumen lainnya
Benda lain yang sebaiknya tidak disimpan dalam bagasi pesawat adalah paspor, boarding pass dan dokumen penting lainnya. Paspor adalah identitas seseorang ketika traveling ke luar negeri. Jika hilang, Anda bisa dianggap imigran gelap oleh keamanan negara tujuan.
Sama seperti paspor, jika membawa dokumen penting lain, jangan letakkan di dalam bagasi. Simpan saja fotokopi dokumen di dalam koper yang akan disimpan dalam bagasi, dan bawa yang asli dalam tas atau ransel Anda.
3. Kartu kredit dan uang tunai
Ini dia benda penting yang tidak boleh disimpan di bagasi. Kartu kredit dan uang tunai penting untuk membayar segala keperluan selama perjalanan. Jika menyimpan di dalam bagasi, Anda tidak bisa menjaganya dengan langsung dan tidak tahu apakah uang Anda masih berada di tempat yang sama.
Jika ternyata koper tidak dibongkar dan seluruh uang masih berada di tempat yang sama, berarti Anda aman. Tapi bagaimana kalau ada orang jahil yang membobol koper dan mengambil seluruh kartu kredit juga uang Anda? Ingat, kejahatan bisa terjadi di mana saja, apalagi kalau ada peluang besar.
4. Laptop dan gadget lain
Traveler tidak pernah tahu bagaimana cara pertugas maskapai memasukkan koper atau benda lain ke dalam bagasi. Bisa diletakkan dengan pelan-pelan, bisa juga dilempar. Laptop dan peralatan elektronik lain umumnya sensitif dengan guncangan. Salah-salah cara meletakkan barang, keluar dari bagasi laptop Anda malah jadi rusak.
5. Seluruh pakaian
Selalu ada peluang kehilangan tas yang disimpan dalam bagasi bagi penumpang pesawat. Oleh karena itu, terlalu berisiko jika menyimpan seluruh pakaian di dalam bagasi. Bawalah beberapa potong pakaian di dalam tas atau ransel Anda. Jadi, kalau memang kejadian buruk seperti kehilangan koper terjadi, Anda masih memiliki pakaian untuk digunakan.
6. Obat-obatan
Turis tidak pernah tahu apa yang nanti terjadi di atas pesawat. Jika memiliki penyakit atau alergi tertentu, sebaiknya jangan menyimpan obat di dalam tas yang akan disimpan dalam bagasi. Ini karena Anda tidak akan bisa mengambilnya jika tiba-tiba memerlukan obat saat pesawat sedang terbang.
7. Barang pecah belah
Sama seperti laptop dan barang elektronik, terlalu berisiko menyimpan barang pecah belah di dalam bagasi. Meski telah diberi stiker 'Fragile', ini tidak menjamin barang Anda keluar bagasi dengan selamat. Jadi sebaiknya bawa saja dalam kotak khusus yang kecil untuk disimpan dalam kabin.
8. Negatif film
Untuk Anda yang punya hobi fotografi dan masih menggunakan negatif film, sebaiknya hindari menyimpan benda ini dalam bagasi. Negatif film bisa rusak bisa melewati sinar X. Oleh karena itu, simpan saja dalam tas Anda, dan keluarkan ketika akan melalui pemeriksaan sinar X.
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Kecelakaan kecil kadang terjadi saat perjalanan. Mimisan, kulit terkena panas, atau sekadar cegukan. Untuk mengobatinya, inilah Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dasar yang penting diketahui saat traveling.
Dari buku 'Lonely Planet's Book of Everything' yang dikutip News Australia, Jumat (21/12/2012), ada beberapa barang P3K yang penting dibawa saat traveling. Beberapa di antaranya adalah plester, krim atau kapas antiseptik, aspirin, lotion calamine, kapas steril, alkohol untuk luka luar, gunting, senter, dan penjepit.
Penting untuk mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan kalau Anda/teman seperjalanan mengalami kecelakaan ringan. Dari mimisan sampai serangan jantung, berikut hal-hal yang harus Anda lakukan:
1. Mimisan
Jika Anda atau partner traveling mimisan, cobalah duduk. Perlahan, dongakkan kepala ke atas dan biarkan mulut Anda terbuka. Menggunakan tangan, jepit bagian bawah lubang hidung dan tahan sekitar 15 menit. Bernafaslah lewat mulut.
Longgarkan jepitan perjalan. Jangan pegang area hidung selain bagian bawah, dan tetaplah bernafas lewat mulut. Kalau 20 menit kemudian mimisan belum juga berhenti, coba cari pertolongan medis.
2. Cegukan
Walaupun bukan penyakit yang fatal, cegukan kerap mengganggu para traveler. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat cegukan, cara dasar yang ampuh adalah menstimulasi diafragma sendiri.
Tarik nafas panjang dari hidung, tahan sekitar 5 detik, kemudian keluarkan perlahan dari mulut. Perbanyak minum air putih, namun jangan sekali tenggak. Minum sedikit demi sedikit dan telan pelan-pelan.
3. Luka bakar kecil
Lepaskan segala hal yang menempel dengan luka bakar. Kalau lukanya di tangan maka lepaskan jam tangan, gelang, atau cincin. Kalau berada di bagian yang tertutup baju, coba lepas atau sobek di bagian luka bakar.
Basuh atau diamkan luka bakar di air dingin yang mengalir, sungai yang jernih misalnya, selama beberapa menit. Ambil kain, celupkan ke air dingin lalu kompres sampai sakitnya berkurang. Setelah itu, baru bersihkan luka bakar kecil dengan kain bersih, atau steril jika memungkinkan.
4. Luka bakar besar
Kalau pakaian terkena api, siramlah dengan air. Selimuti dengan selimut, dan tempatkan di tanah. Jangan coba-coba melepas baju atau pakaiannya yang mungkin sudah menempel dengan luka bakar.
Tutupi luka bakar yang tidak terkena pakaian dengan kain bersih/ steril untuk menutupi infeksi. Penting bagi Anda untuk tidak mengoleskan minyak, mentega, atau margarin (beberapa orang awam biasa melakukan ini). Jangan pula mengaplikasikan lotion apa pun pada luka.
5. Mabuk perjalanan
Mabuk biasanya disebabkan oleh gerakan konstan yang menstimulasi telinga bagian dalam. Untuk mencegahnya, mampirlah ke apotek sebelum melakukan perjalanan dan belilah obat anti mabuk. Produk-produk yang mengandung Antihistamines bisa mengatasi mabuk perjalanan kalau diminum satu jam sebelum berangkat.
Agar tidak pusing selama perjalanan, fokuskan padangan lurus ke depan. Jangan lihat benda-benda yang letaknya dekat, atau objek yang terus bergerak.
6. Kulit terbakar dan melepuh
Kalau kulit terbakar sinar matahari, aplikasikan sunblock atau lotion calamine (seperti Caladine). Tutupi bagian yang terbakar dengan kain ringan seperti kaus atau pasmina.
Jika kulit mulai menggembung lalu melepuh, cara paling ampuh untuk menyembuhkannya adalah dengan membiarkannya saja. Jangan pegang apalagi memecahkan gelembung berisi air tersebut. Kalau pecah, kulit menjadi luka dan kemungkinan infeksi akan lebih parah.
7. Serangan jantung
Serangan jantung bisa disebabkan oleh kelelahan akibat panas, saat Anda atau teman terus-terusan berkeringat. Saat keringat itu berhenti sepenuhnya, tubuh akan menjadi kering dan sulit bernafas.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta bantuan medis. Cari tahu nomor telepon rumah sakit terdekat dan panggil ambulans.
Yang terkena serangan jantung harus ada di tempat yang teduh dan rindang. Posisikan dirinya dalam keadaan duduk, kepala sedikit didongakkan ke atas. Ambil majalah/ buku dan kipas-kipas sampai temperatur tubuhnya kembali normal.
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Bagi beberapa orang, traveling dengan pesawat terbang adalah suatu hal yang baru. Jika Anda termasuk di dalamnya, ada baiknya membaca 6 hal penting berikut ini.
Naik pesawat, rasanya berbeda dengan naik kereta atau kapal laut. Prosedur dan aturan yang berbeda, membuat persiapan naik pesawat tidak sama dengan moda transportasi lainnya. Disusun detikTravel, Kamis (13/12/2012) inilah 6 hal yang harus diketahui saat pertama kali naik pesawat.
1. Datang 2 jam sebelum keberangkatan
Jangan coba-coba datang terlambat ke bandara. Anda pasti ditinggal pesawat. Biasakan untuk datang ke bandara 2 jam sebelum waktu keberangkatan yang tertera dalam tiket pesawat.
Sebabnya, banyak hal yang harus ditempuh mulai dari pemeriksaan keamanan, check in, sampai berjalan ke ruang boarding yang cukup makan waktu. Di Bandara Soekarno-Hatta dengan 3 terminal, mencari terminal keberangkatan sesuai nama maskapai pun makan waktu untuk yang baru pertama kali ke sana.
Banyak traveler yang datang mepet-mepet waktu keberangkatan. Namun akibatnya mereka jadi terburu-buru. Mereka yang ingin datang dengan aman, bahkan memilih datang ke bandara 3 jam sebelum jadwal keberangkatan.
2. Pemeriksaan keamanan
Hal paling penting di bandara adalah pemeriksaan keamanan yang biasanya berlangsung sampai 2 kali. Saat masuk ke dalam bandara untuk check in, Anda harus melalui metal detector dan koper Anda harus melalui mesin sinar X. Terkadang, Anda diminta melepas semua logam dari tubuh, mulai dari arloji, ponsel, sampai uang koin. Semua dimasukan ke nampan khusus.
Jangan nekat membawa senjata tajam atau bahan yang mudah terbakar. Mereka yang membawa barang terlarang seperti narkoba atau bom, dijamin langsung berurusan dengan pihak berwajib.
Pemeriksaan keamanan yang kedua adalah menjelang masuk ke ruang tunggu sebelum naik ke pesawat. Lagi-lagi ada metal detektor dan pemeriksaan barang bawaan. Biasanya pemeriksaan kedua fokus pada benda cair yang Anda bawa. Jangan membawa benda cair melebihi 100 ml, misalnya parfum atau deodoran. Air mineral yang Anda bawa kerap diambil petugas.
3. Check in
Anda tidak bisa masuk pesawat tanpa melakukan check in. Ini adalah prosedur resmi dimana pihak maskapai mencatat setiap penumpang yang datang ke dalam data manifes penerbangan. Carilah loket check in sesuai nama maskapai Anda, lantas antrelah dengan tertib sampai tiba giliran Anda.
Anda akan dimintai tiket atau print out tiket elektronik. Anda juga dimintai tanda bukti identitas diri seperti KTP atau paspor untuk yang mau terbang ke luar negeri. Bagasi Anda juga akan ditimbang di sini, sesuai batas atau malah overweight alias kelebihan beban. Untuk hal yang kedua, terkadang Anda harus membayar ongkos tambahan atau merayu-rayu petugas check in.
Dalam proses check in, setiap penumpang akan diberikan boarding pass sebagai tanda bisa masuk ke dalam pesawat dan nomor tempat duduk. Anda juga bisa memesan mau duduk di sebelah mana. Pada maskapai full service, proses check in ini juga menentukan apakah Anda bisa masuk pesawat duluan karena naik di kelas bisnis, atau karena sakit, hamil, tua, atau membawa anak-anak.
Setelah itu jangan lupa membayar airport tax Rp 40.000 per orang untuk penerbangan domestik dan Rp 150.000 per orang untuk penerbangan internasional di Bandara Soekarno Hatta. Airport tax ini biasanya lebih murah lagi pada bandara lain. Saat ini untuk maskapai Garuda Indonesia, airport tax sudah digabungkan dengan harga tiket.
4. Imigrasi
Untuk mereka yang akan terbang ke luar negeri, tahapan selanjutnya adalah proses imigrasi. Anda akan kembali menghadapi loket-loket dan diminta mengantre dengan tertib. Proses imigrasi dilakukan satu persatu kecuali Anda membawa anak kecil.
Anda tidak boleh berdiri dekat loket saat mengantre. Perhatikan garis kuning di lantai. Berdirilah di garis kuning, sambil menunggu orang di depan Anda selesai melakukan proses imigrasi.
Saat imigrasi, data paspor Anda akan disalin petugas, bisa discan atau lembar data paspor biometrik Anda digesek petugas. Sekali gesek, muncullah semua data Anda di layar komputer. Petugas imigrasi mencocokan foto paspor dan wajah Anda. Selanjutnya mereka akan memberikan cap stempel keberangkatan pada buku paspor Anda.
5. Boarding
Perhatikan betul boarding pass Anda. Di situ ada petunjuk ruang mana dan gate mana Anda harus menunggu pesawat. Perhatikan juga jam boarding dan jam terbang pesawat. Menunggulah di ruang boarding bersama para penumpang lainnya. Jangan salah ruang tunggu ya, tanyakan petugas dan tunjukan boarding pass Anda.
Jika waktu boarding masih lama, penumpang yang sudah check in biasanya memilih jalan-jalan di dalam bandara. Mereka melihat-lihat aneka toko, atau mungkin menyempatkan minum kopi dan sebagainya. Hal ini sah-sah saja dilakukan, tapi sekali lagi, perhatikan jam keberangkatan pesawat.
6. Duduk di pesawat
Panggilan untuk naik pesawat pun tiba. Para penumpang di ruang boarding siap-siap mengantre naik pesawat. Yang naik duluan adalah penumpang kelas bisnis dan penumpang prioritas seperti manula, orang sakit atau yang membawa anak-anak.
Anda masuk ke pesawat bisa dengan belalai, turun ke landasan kemudian naik tangga khusus, atau naik bus terlebih dahulu jika pesawat Anda parkirnya jauh. Carilah tempat duduk Anda sesuai nomor pada boarding pass. Letakan ransel atau tas tenteng Anda di kompartemen di atas tempat duduk. Jangan kebanyakan membawa barang atau meletakan barang asal-asalan, atau Anda dicibir penumpang lain.
Jika kompartemen penuh, carilah yang kosong di dekat tempat duduk Anda, atau taruh di kolong tempat duduk di depan Anda. Biasakan untuk langsung memakai sabuk pengaman dan, ini yang paling penting, segera matikan ponsel Anda. Duduklah yang rileks dan perhatikan petunjuk keselamatan penerbangan yang diperagakan pramugari. Anda pun siap mengudara!
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Berada di dalam pesawat dengan ruang tertutup, dingin dan diisi banyak orang membuat Anda harus pintar beradaptasi agar nyaman. Salah satunya adalah cara berpakaian. Inilah 6 benda yang sebaiknya dipakai saat naik pesawat.
Diintip dari Smarter Travel, Selasa (8/1/2013) inilah 6 pakaian yang sebaiknya Anda gunakan saat traveling naik pesawat:
1. Selendang
AC di dalam pesawat kadang menghasilkan udara yang sangat dingin. Untuk menghangatkan tubuh dan tidak menggigil, Anda bisa menggunakan selendang ketika berada di dalam pesawat. Lilitkan selendang ke leher agar leher terasa hangat.
Jika masih dingin, silakan tambahkan lapisan kain lebih banyak. Sebaiknya gunakan selendang berbahan katun karena lebih ringan. Selain itu, selendang berbahan katun biasanya lebih lebar, jadi bisa untuk melindungi tubuh dari dinginnya udara pesawat.
2. Gunakan pakaian yang menyerap keringat
Hal lain yang juga harus diperhatikan demi kenyamanan adalah bahan pakaian yang digunakan. Sebaiknya pilih bahan yang menyerap keringat, agar tubuh bisa 'bernapas'. Jika memilih bahan yang sulit menyerap keringat, bisa membuat tubuh Anda panas. Yang pasti, keringat yang tidak diserap pakaian membuat tubuh terasa tidak nyaman. Bahan seperti katun adalah yang terbaik.
3. Pakai stoking (support legwear)
Menggunakan kaos kaki panjang atau stoking sangat dianjurkan, terutama untuk Anda yang melakukan penerbangan jarak jauh. Penggunaan ini sangat membantu untuk meningkatkan sirkulasi darah. Pakai stoking juga bisa menghindari pembengkakan kaki akibat terlalu lama duduk.
4. Sepatu yang simpel
Saat naik pesawat, sebaiknya hindari menggunakan sepatu yang penuh aksesori, atau sepatu bertali. Pilih saja sepatu yang simpel. Ini memudahkan Anda untuk melepas sepatu saat melewati pemeriksaan. Bukan cuma itu, traveler juga jadi mudah memberi napas pada kaki yang lelah, karena selalu tertutup dalam perjalanan jauh.
5. Pakaian dengan banyak kantung
Khusus untuk traveler yang senang membawa banyak barang, tapi tidak mau repot-repot membawa tas, bisa menggunakan pakaian dengan banyak kantung. Saat ini sudah banyak jaket atau pakaian dengan banyak kantung yang modis. Jadi Anda tidak perlu takut terlihat aneh atau ketinggalan fashion.
6. Menggunakan barang yang stylish
Mencari pakaian yang nyaman bukan berarti melupakan penampilan. Anda harus tetap berusaha tampil stylish agar enak dipandang. Gunakan beberapa aksesori seperti gelang. Bisa tampil sesuai fesyen tentu menyenangkan bukan?
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Backpacker merupakan salah satu cara seru untuk traveling. Dengan bujet minim dan perencanaan sendiri, Anda akan ditantang untuk jalan-jalan ke tempat yang asing. Tapi, ini lho 7 kesalahan yang biasa dilakukan bacpacker pemula.
Backpacker kini menjadi salah satu gaya berpergian favorit bagi wisatawan. Dengan backpacker, Anda akan merencanakan perjalanan sendiri, mengatur bujet sendiri, hingga menentukan pilihan sendiri ke mana Anda akan melangkah. Tapi ingat, ada banyak kesalahan yang biasa dilakukan bagi para backpacker pemula.
Dikutip dari Matador Network, Kamis (9/1/2013), inilah 7 kesalahan yang biasa dilakukan backpacker pemula:
1. Terlalu sedikit mendapatkan referensi
Melalui pencarian di internet, Anda mungkin mendapat banyak informasi tentang tempat tujuan. Tapi ingat, jangan puas dengan informasi yang sudah Anda dapatkan.
Referensi yang terlalu sedikit, lebih berbahaya daripada jadwal perjalanan yang terlalu ketat. Ada baiknya, Anda lebih mempelajari secara detil tentang bahasa lokal, norma-norma budaya, sejarah, dan juga letak geografis destinasi tujuan.
2. Menghabiskan banyak waktu di tempat penginapan
Memang, menghabiskan waktu di tempat penginapan akan terasa menyenangkan. Anda bisa tidur puas atau bersantai-santai tanpa ada yang melarang. Tapi, tak ada salahnya Anda keluar penginapan dan bertemu masyarakat sekitar.
Ya, Anda akan mendapat banyak informasi dan pengalaman seru dari masyarakat setempat tentang destinasi di sekitar Anda. Selain itu, cobalah bermalam di tempat-tempat yang beda. Anda bisa saja mendirikan tenda atau tidur di rumah penduduk. Hal ini tentu menyenangkan dan bisa mendapat teman baru.
3. Terlalu memamerkan barang-barang
Memamerkan barang yang dimaksud adalah Anda terlalu mencolok saat traveling. Mungkin, Anda biasa memakai gadget-gadget seperti iPod untuk mendengarkan musik atau menenteng kamera SLR. Tapi, hal ini nantinya akan membahayakan diri Anda sendiri dari tindak kejahatan. Upayakan untuk rendah hati dan tidak sombong.
4. Kehabisan uang di perjalanan
Jangan sampai uang Anda habis untuk hal-hal yang tidak perlu. Pastikan Anda memiliki dua cara untuk menyimpan uang. Pertama, ambil uang lewat ATM. Yang kedua, simpan uang Anda secara terpisah dan milikilah rencana biaya cadangan jika uang Anda sewaktu-waktu hilang atau dicuri.
5. Mabuk
Tak sedikit traveler yang mabuk saat traveling. Hal ini sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stress atau berpesta. Tapi, ada baiknya Anda tidak ikut-ikutan mabuk, karena hal ini berbahaya untuk keselamatan dan tindak kriminal. Selain itu, Anda dapat menghemat uang dengan tidak banyak minum bukan?
6. Membuka facebook setiap hari
Mungkin, Anda akan kangen dengan keluarga atau teman-teman di kampus saat traveling. Untuk mengobatinya, Anda bisa menghubungi mereka lewat skype atau media sosial seperti facebook.
Akan tetapi, jangan sampai Anda terus-terusan membuka facebook untuk bergosip atau membicarakan hal-hal lainnya. Urungkan juga niat Anda untuk mengecek email setiap harinya. Saat traveling, Anda harus meninggalkan itu semua dan bersenang-senang menikmati perjalanan.
7. Mengabaikan nasihat teman
Belajar dari kesalahan teman adalah hal terbaik untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat traveling. Baiknya, Anda mengikuti saran teman sebelum memulai perjalanan.
Traveling adalah kombinasi spontanitas, kerendahan hati, keyakinan, dan disiplin. Namun, untuk menyatukan hal-hal tersebut tidaklah mudah. Melalui saran teman yang sudah melakukan perjalanan ke destinasi tujuan Anda, pasti banyak informasi atau pengalaman menarik yang dapat menjadi 'buku panduan'.
Bagi Anda yang hendak pertama kali backpacker, ingat dan pelajari 7 kesalahan yang biasa dilakukan backpacker pemula ini. Jangan lupa untuk terus waspada sepanjang jalan, tapi tetap menikmati tiap momen yang Anda temui di tempat-tempat yang baru. Salam backpacker!
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Akhir pekan murah meriah namun tetap ingin senang-senang? Kemping saja di tepi pantai. Agar lancar, tengok dulu 7 tips kemping asyik di pantai.
Tak bisa sembarangan untuk memilih tempat untuk mendirikan tenda. Kemping di pantai perlu beberapa trik. Disusun detikTravel, Jumat (11/1/2013) inilah 7 tips mantap kemping di tepi pantai:
1. Cari tempat yang aman dari gelombang pasang
Sembarangan mendirikan tenda, bisa-bisa tenda Anda tersapu gelombang pasang saat pagi hari. Untuk itu, pastikan kawasan mendirikan tenda sudah aman dari gelombang pasang. Tak mau kan tenda Anda kebanjiran atau hanyut terbawa gelombang saat sedang asyik tidur?
2. Dirikan tenda di tempat terlindung
Setelah menemukan tempat yang aman dari gelombang, pastikan juga tenda Anda juga aman dari angin. Saat malam hari, angin di tepi pantai cenderung lebih kencang dibanding tempat lain. Maka dari itu, pastikan tenda terlindungi di balik pohon atau semak-semak yang bisa melindungi dari tiupan angin.
Namun, jangan pilih kawasan semak yang terlalu tebal karena rentan dengan binatang yang bersemayam di sana. Carilah area yang cukup luas untuk berjarak dari pohon atau semak. Selain itu, area luas juga bisa jadi tempat untuk memasak dan menyalakan api unggun.
3. Cari pasir yang padat
Hal terakhir yang harus diperhatikan saat ingin mendirikan tenda adalah mencari pasir yang menjejak padat. Ini sangat berguna untuk menancapkan patok untuk mendirikan tenda.
Jika pasirnya tidak padat atau jejak, maka patok akan sulit tertancap. Tak apa sedikit jauh dari bibir pantai, asal bisa mendirikan tenda dengan benar dan mantap.
4. Gali pasir untuk menyalakan api unggun
Beda seperti saat di gunung, menyalakan api unggun di pantai harus sedikit cerdik. Saat ingin berapi unggun di pantai, Anda harus menggali pasir sedikit untuk membuat pondasi api.
Dengan angin yang cukup besar, akan sulit menyalakan api jika tidak memiliki pondasi tersebut. Korek pasir sekitar 10 cm dan masukkan kayu yang awet untuk dibakar, setelah itu baru susun kayu agar api bisa menyala awet. Jangan lupa untuk mematikan api sebelum tidur ya!
5. Pastikan kaki selalu bersih saat ingin masuk tenda
Tak enak rasanya jika tidur dengan pasir menempel di bantalan kepala atau sleeping bag. Maka dari itu, pastikan kaki Anda selalu bersih jika ingin memasuki tenda. Terlebih saat abis main air, pastikan badan Anda sudah bersih dari pasir.
6. Selalu basuh tubuh dan peralatan dengan air bersih
Meski tersedia banyak air, namun air laut asin dan tidak bisa membuat bersih barang-barang atau tubuh. Jadi, setelah puas bermain di pantai, basuhlah dengan air bersih. Karena kulit bisa kering jika air laut tetap menempel di kulit hingga kering.
7. Jaga kebersihan
Di manapun, menjaga kebersihan adalah hal wajib yang harus disadari setiap traveler. Jadi, siapkan selalu plastik besar untuk memasukkan sampah-sampah selama kemping.
Jangan ragu untuk mengingatkan orang lain jika ada yang membuang sampah atau malah mengubur sampah di pasir. Jadilah traveler yang bertanggung jawab dengan membawa pesan kebaikan di mana-mana.
sumber : detik.com
Label:
traveltips

Tips ini hanya untuk orang² yang mau melakukan perjalanan secara sendiri, artinya tidak ikut Package Tour yang diselenggarakan oleh Biro Perjalanan. Disini tidak dipersoalkan apakah anda mau naik pesawat dengan harga murah (low cost carrier/airlines) atau memakai ticket promo dari suatu maskapai penerbangan berjadwal, Kereta, Bus, Kapal Laut / Ferry.
A. Membuat Rencana Perjalanan.
1. Berapa lama anda akan melakukan perjalanan. 7, 14, 21 atau 30 hari. Tentukan Kota awal dimana perjalanan mulai dilakukan, dan kota mana saja yang akan dikunjungi
2. Lamanya perjalanan akan menentukan berapa dana yang akan dikeluarkan, dan semakin jauh jaraknya satu sama lain akan dibutuhkan ekstra beaya.
3. Untuk kota tujuan yang jauh seperti Eropa/Amerika, minimal butuh waktu 14 hari (efektifnya hanya 11~12 hari).
B. Kalkulasi Biaya Perjalanan.
Marilah kita mulai berhitung dengan draft awal. Anggap saja dana yang dianggarkan $1500 untuk jalan² selama disana (diluar tiket pesawat pp, visa & travel insurance). Ambil contoh tujuannya ke Eropa, dimana Negara satu dengan yang lain berdekatan, maka kemungkinan besar anda akan jalan² lintas Negara Anggarkan $360 untuk naik kereta lintas Negara.(batas maksimal 5 negara selama 10 hari)). Uang anda tinggal $1140, asumsikan untuk akomodasi saja $60 per-malam, beaya makan $20 per-hari , transport dalam kota dan masuk obyek wisata $20, maka beaya per-hari butuh $100 dan anda cuma bisa bertahan 11 malam saja di Eropa. Hitungan ini adalah perkiraan kasar, dan berangkat dari sini anda sudah jangan bermimpi untuk banyak mengunjungi kota/negara didalam perencanaannya. Karena itu berarti akan menambah biaya dan atau akan mengurangi masa tinggal.
C. Membuat Jadwal Perjalanan.
Nah berangkat dari sini mulailah anda menentukan dengan pasti Negara & kota mana yang akan didatangi. selama 11 malam. Kumpulkan segala informasi akan kota tujuan dan obyek wisatanya. seleksi yang mana yang paling berharga untuk dikunjungi. Bila segala informasi telah lengkap dimana bisa anda dapatkan berapa biaya pesawat, kereta, bus, akomodasi, transport dalam kota dari airport/stasiun ke hotel pp dan ke obyek wisata, termasuk karcis masuk nya; maka anda akan mendapat figure angka yang lebih real dari yang sebelumnya.
Jadi mana yang lebih dulu beli ticket pesawat atau buat perencanaannya?.
1. Buat perencanaannya lebih dulu jauh² hari (minimal satu tahun sebelumnya)sebelum anda memutuskan untuk membeli ticket pesawat. Samakan hari dan bulannya untuk mendapatkan rate hotel yang sesuai dengan waktu perjalanan yang direncanakan, Hal ini untuk meminimalisir "under budget", karena rate hotel bisa berbeda antara "low season & high season". Hal ini kelihatan mudah, namun inilah bagian yang paling memusingkan dan membutuhkan banyak waktu. Semakin banyak kota tujuan dan semakin banyak obyek yang akan dikunjungi, akan banyak memakan waktu. Untuk mencari akomodasi yang sesuai dengan bujet kita, bukanlah mudah, pertimbangan lokasi juga akan tidak kalah penting. Disini waktu dan biaya jadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
2. Tentukan pada bulan² apa perjalanan itu akan dilakukan dan alternatifnya. Mengingat di Eropa ada empat musim , maka praktis selama winter (Nov~Mar)tidak mungkin dilakukan, begitu juga saat summer (Jul~Aug)dimana rate hotel akan menjadi mahal. Waktunya menjadi singkat hanya beberapa bulan yang anda bisa manfaatkan yaitu Apr, May Jun dan Sep, Oct. itupun juga tergantung lagi pada restriksi dari pihak maskapai penerbangan (tiket promo) kapan anda bisa berangkat/pulang.
3. Kosongkan dulu tgl dalam schedule perjalanan dan isi bila sudah fix. Cukup dituliskan dulu hari ke-1 (Tue), 2 (Wed), 3 (Thu), dst. Harinya disesuaikan dengan tibanya pesawat ditempat tujuan: Paris/London, dlsb.
4. Buat ringkasan jadwal perjalanan, kota mana yang disinggahi & obyek wisata mana yang akan dikunjungi, dst mulai hari pertama hingga hari terakhir.
5. Buat Jadwal detail lengkap dengan jam apa yang dilakukan dihari yang ada termasuk jam keberangkatan/tiba pesawat, kereta, bus, dlsb. Jadwal ini akan berfungsi sebagai indikator dan sebagai quick reference dan juga merupakan supplement dari jadwal pada point-4.
Langkah berikutnya:
A. Bila pesawat sudah fixed, baru isikan tanggalnya dalam jadwal (point-3) dan segeralah lakukan reservasi akomodasi, beli ticket Eurail Pass sesuai dengan kebutuhan dan reservasi seat kereta (3 bulan sebelumnya), dan beli tiket pesawat regional dimana diperlukan (point-C).
B. Reservasi akomodasi bisa dilakukan lebih awal dan jangan kurang dari 6 bulan. Lebih awal berarti lebih secure, jangan dianggap enteng, sedikit keteledoran akan membuat bengkak biaya yang dikeluarkan.
C. Hindari perjalanan darat day time lebih dari 6 jam, karena waktu anda akan banyak hilang. Gunakan pesawat untuk menyingkat waktu. Di Eropa Ada beberapa Low Cost Carrier seperti RyanAir, EasyJet, WizzAir, AirBerlin, Air Baltic, Norwegian Air,dll, namun juga jangan berharap banyak anda bisa terbang dari satu kota ke kota lainnya di Eropa seperti menggunakan penerbangan berjadwal tetapi berbiaya murah. Disini perlu kejelian anda memanfaatkan penerbangan murah tsb.
D. Naik Kereta Malam di Eropa harganya tidak murah. Tidak semua route kereta malam tersedia gerbong kereta dengan reclining seat seperti halnya kereta di Indonesia. Kereta malam tempat tidurnya ada yang 4 ada yang untuk 6 orang dalam satu kabin (couchette), untuk yang privat 1~2 orang harganya sama dengan hotel bintang dua/tiga.
Lihat detailnya disini: http://www.eurorailways.com/products...ins/index.htm
http://www.eurail.com/planning/train...overnight-fees
E. Penggunaan bus yang bisa berangkat malam dan sampai pagi hari, merupakan alternatif untuk bisa berhemat di biaya akomodasi, untuk jarak menengah antar negara.
F. Kereta lintas Negara disana operatornya terdiri dari beberapa Negara seperti Spanyol, Perancis, Jerman, Inggris dan Itali. Biarpun anda sudah memegang ticket Eurail Pass, ada surcharge yang harus anda bayar lagi dan jumlahnya tergantung route yang digunakan. dan harus reserved seat lebih dahulu (kecuali kereta regular).
Beberapa kota besar di Eropa Stasiunnya besar² dan luas, beberapa diantaranya punya lebih dari satu stasiun untuk tujuan berbeda, datanglah minimal 60 menit sebelum keberangkatan, anda akan butuh waktu untuk menemukan dimana letak peron dimana kereta berada.
Pelajari dengan baik setiap kota tujuan, karena disitu anda akan menentukan berapa lama harus tinggal atau bahkan tidak perlu tinggal bila dianggap waktunya cukup untuk mengunjungi obyek yang ada.
Kumpulkan semua informasi yang ada dan pilah mana yang perlu dikunjungi dan mana yang tidak, dan jangan mengabaikan sekecil apapun dari informasi yang didapat. Kalau bisa buat hardcopies nya dan beri warna dengan stabilo pada hal² yang penting untuk diketahui dan sumbernya harus yang reliable, dan bukan pendapat pribadi dari orang² yang sudah berkunjung ketempat tsb. Kumpulkan peta kota, peta metro/subway, timetable yang akan dipergunakan nantinya.
Bila informasinya sudah lengkap dan sudah di-pilah² baru anda bisa tahu berapa lama anda perlu menginap disuatu tempat, barulah jadwal bisa dibuat dengan benar. Semakin banyak informasi anda peroleh, semakin akurat perencanaan tsb. Dari jadwal tsb semua biaya bisa dihitung secara rinci. Jangan samakan jadwal perjalanan anda dengan acara package tour yang diselenggarakan oleh biro perjalanan, karena disitu anda terima beres, sedangkan jadwal yang dimaksud memuat seluruh detail yang ada; seperti jam keberangkatan/tiba pesawat, di airport mana?, terminal berapa? (kalau terminalnya lebih dari satu). Kalau naik kereta, dari stasiun mana? apa perlu berganti kereta ditengah perjalanan?, kalau ada di stasiun mana? dan berapa lama waktu yang tersedia untuk kita berganti kereta?, begitu juga kalau naik Bus Malam dimana letak terminal keberangkatannya?
Ternyata rumit juga dalam pelaksanaannya dan tidak semudah yang dikira. Itulah bagian dari resiko bila anda mau jalan sendiri dengan biaya yang lebih murah dan dengan tujuan lebih banyak tempat yang bisa dikunjungi. Namun apabila anda tidak bisa me manage dengan baik, biaya perjalanan akan menjadi lebih mahal tanpa anda sadari.
Duit² gue, mau ngapain suka² gue, ngapain elo yang repot?. Biasanya yang muncul argumennya demikian, kalau cerita pasti yang enak² aja yang bikin ngiler orang. Sekarang berpulang kepada anda, masih mau jalan sendiri? Kalau jawabnya "ya" berarti anda harus mempersiapkan segalanya dengan baik dan bukan berpikir gimana nantinya aja, yang penting jalan dulu ............. Kalau ini terjadi bujet akan meledak dan banyak waktu akan hilang.
Perlu diingat kalau perjalanan sudah dilakukan, waktu adalah uang (Time is Money), setiap hari setiap jam itu ada nilainya. Waktu terus bergulir dan tidak menunggu, atau tidak dapat di Pause dan berjalan lagi. Jadi bila sudah berangkat, anda bukan dalam tahapan mencari informasi lagi, melainkan menjalankan rencana tsb tanpa sedikitpun ada keraguan. Periksa dengan cermat jadwal perjalanan yang ada dan jangan ada kesalahan sedikitpun tentang tanggal dan hari karena ini bisa berakibat fatal.
Selamat berwisata.
source: http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010079086